Jumat, 15 Mei 2026

Hamas Tunda Pembebasan Sandera, Gencatan Senjata Gaza Terancam Batal

Penulis : Grace El Dora
11 Feb 2025 | 11:57 WIB
BAGIKAN
Tawanan Israel (dari kiri ke kanan) Ohad Ben Ami, Eli Sharabi, dan Or Levy yang disandera oleh Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 dikawal oleh pejuang Hamas sebelum diserahkan ke Palang Merah di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (8/2/2/2025). (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)
Tawanan Israel (dari kiri ke kanan) Ohad Ben Ami, Eli Sharabi, dan Or Levy yang disandera oleh Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 dikawal oleh pejuang Hamas sebelum diserahkan ke Palang Merah di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (8/2/2/2025). (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)

Perang dapat berlanjut pada awal Maret 2025 jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada fase kedua gencatan senjata yang lebih rumit. Padahal, gencatan senjata tersebut menyerukan pengembalian semua sandera yang tersisa dan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu.

Juru bicara Hamas Abu Obeida mengatakan di media sosial, Israel telah menghalangi ketentuan utama gencatan senjata dengan tidak mengizinkan warga Palestina kembali ke Gaza utara, melakukan serangan di seluruh wilayah dan gagal memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan.

Kelompok itu kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyebut penundaan yang direncanakan sebagai sinyal peringatan. “Pintu tetap terbuka bagi pertukaran untuk dilanjutkan sesuai rencana jika Israel mematuhi kewajibannya,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kelompok yang mewakili banyak keluarga sandera meminta negara-negara yang menjadi penengah untuk mencegah kesepakatan itu gagal.

Selama masa jabatan pertama Trump, AS menghentikan bantuan kepada Otoritas Palestina karena dana martir. Israel telah menahan ratusan juta dolar transfer pajak kepada otoritas yang kekurangan uang karena kebijakan tersebut.

Seorang pejabat senior Palestina mengatakan Palestina telah memberi tahu pemerintahan Trump tentang keputusan tersebut dan berharap undang-undang AS yang memotong bantuan, yang dikenal sebagai Undang-Undang Taylor Force, akan dibatalkan dan Israel akan mencairkan transfer tersebut.

Dia berbicara dengan syarat anonim karena dia sedang membahas musyawarah internal.

Hamas mengutuk langkah Otoritas Palestina, menyebutnya sebagai "langkah tidak patriotik yang melanggar salah satu prinsip nasional inti kami".

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 53 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia