Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Trump Pecat Irjen USAID karena Kritik Pemerintahannya

Penulis : Grace El Dora
12 Feb 2025 | 16:21 WIB
BAGIKAN
Logo Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (AS) atau USAID terlihat di Virginia, AS pada 21 Februari 2023. (Foto: Celal Gunes/ Anadolu)
Logo Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (AS) atau USAID terlihat di Virginia, AS pada 21 Februari 2023. (Foto: Celal Gunes/ Anadolu)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Inspektur Jenderal Badan Pembangunan Internasional AS (Irjen USAID) Paul Martin. Pemecatan ini diumumkan hanya sehari setelah badan tersebut merilis laporan yang mengkritik pemerintahan Trump, lapor penyiar NBC News yang mengutip surat tersebut.

"Atas nama Presiden Donald J. Trump, saya menulis surat ini untuk memberi tahu Anda bahwa posisi Anda sebagai Inspektur Jenderal Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat dihentikan dan akan segera berlaku," demikian tertulis dalam surat yang dikirim kepada Martin melalui Wakil Direktur Kantor Personalia Kepresidenan Trent Morse seperti dikutip Rabu (12/2/2025).

Presiden Trump memutuskan untuk memberhentikan Martin setelah badan itu, tulis pernyataan tersebut, merilis laporan yang memuat dampak negatif dari kebijakan presiden dan pemerintahan Trump terhadap USAID.

ADVERTISEMENT

Laporan itu menjelaskan risiko kurangnya staf yang dapat menyebabkan pengawasan menurun. "(Membuat USAID) berpotensi rentan menyalurkan pendanaan terhadap entitas atau gaji individu yang terkait dengan organisasi yang dilabeli teroris oleh AS," lanjutnya, lapor Sputnik.

Pekan lalu Trump menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio sebagai penjabat direktur USAID. Rubio lantas memberi tahu Kongres, saat ini pihaknya sedang melakukan peninjauan terhadap kegiatan bantuan luar negeri USAID dengan tujuan untuk melakukan reorganisasi.

Sementara itu, pengusaha miliarder Elon Musk yang memimpin Departemen Konsultatif Efisiensi Pemerintah (DOGE) mengatakan Trump telah memberikan lampu hijau untuk menutup USAID.

Musk juga menyebut USAID sebagai "organisasi kriminal". "Sudah waktunya organisasi itu mati," kata dia. Terkait dengan kekisruhan tersebut, karyawan USAID di seluruh dunia dikenai cuti administratif.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia