Jumat, 15 Mei 2026

PM Inggris Janji Kirim Pasukan ke Ukraina

Penulis : Grace El Dora
18 Feb 2025 | 07:36 WIB
BAGIKAN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan pengarahan di Kyiv, Ukraina, Rabu, 5 Februari 2025. (Foto: AP/Efrem Lukatsky)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan pengarahan di Kyiv, Ukraina, Rabu, 5 Februari 2025. (Foto: AP/Efrem Lukatsky)

MOSKOW, investor.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer janji akan mengirim pasukan ke Ukraina. Kerajaan Inggris siap mengerahkan pasukan ke Ukraina jika diperlukan guna memastikan keamanan negara tersebut, kata Starmer.

"Inggris siap memainkan peran utama dalam mempercepat upaya jaminan keamanan bagi Ukraina. Ini termasuk dukungan lebih lanjut bagi militer Ukraina, di mana Inggris telah berkomitmen memberikan 3 miliar poundsterling per tahun hingga setidaknya 2030," jelas Starmer dalam opini yang dimuat di surat kabar Telegraph, Senin (17/2/2025).

"Namun, ini juga berarti siap dan bersedia berkontribusi terhadap jaminan keamanan bagi Ukraina dengan menempatkan pasukan kami di lapangan jika diperlukan," tambahnya. Starmer mengakui ia merasakan tanggung jawab besar dengan sangat mendalam, terkait kemungkinan menempatkan pasukan Inggris dalam bahaya.

ADVERTISEMENT

"Namun, peran apa pun dalam menjamin keamanan Ukraina juga berarti menjamin keamanan benua kita dan keamanan negara ini," lanjutnya.

Dia menambahkan, Eropa harus meningkatkan upaya untuk memenuhi kebutuhan keamanan Eropa.

"Saya akan bertolak ke Paris dengan pesan yang sangat jelas untuk teman-teman kami di Eropa. Kami harus benar-benar serius dalam mempertahankan diri dan menanggung beban kami sendiri," katanya.

"Kami sudah terlalu lama membicarakannya dan Presiden Trump benar dalam menuntut agar kami segera melakukannya," ucap Starmer.

Menurut PM Inggris itu, negara-negara Eropa harus meningkatkan belanja pertahanan dan mengambil peran yang lebih besar dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mantan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini melakukan percakapan via telepon di mana mereka membahas penyelesaian konflik di Ukraina.

Sputnik melaporkan keduanya sepakat untuk terus menjalin kontak, termasuk rencana pertemuan tatap muka antara kedua pemimpin negara tersebut.

Putin sebelumnya menegaskan, penyelesaian konflik di Ukraina tidak boleh hanya berupa gencatan senjata jangka pendek yang memberi kesempatan bagi pihak tertentu untuk merombak kekuatan dan mempersenjatai diri demi melanjutkan konflik, melainkan harus berupa perdamaian jangka panjang.

Di sisi lain, Trump menyebutkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersedia mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan konflik, namun tidak menjelaskan secara rinci syarat-syaratnya.

Trump juga menyebut pembicaraan berikutnya dengan Putin dapat terjadi dalam waktu dekat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia