Pemerintahan Trump Babat 1.600 Pekerja USAID
WASHINGTON, investor.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya telah membabat 1.600 pekerja badan bantuan luar negeri (USAID). Trump menempatkan semua personel di badan bantuan luar negeri USAID pada status cuti administratif berbayar dan menghilangkan 1.600 posisi di AS, kecuali para pemimpin dan staf penting.
Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/ DOGE) milik miliarder Elon Musk telah memimpin upaya menghancurkan Badan Pembangunan Internasional AS tersebut. Padahal, ini adalah mekanisme pengiriman utama untuk bantuan luar Amerika dan menjadi alat penting "kekuatan lunak"(soft power) AS untuk memenangkan pengaruh di luar negeri.
"Dengan sangat menyesal saya sampaikan Anda terkena dampak tindakan Pengurangan Tenaga Kerja," kata sebuah surel dikirim ke pekerja yang dipecat, menurut tinjauan Reuters pada Senin (24/2/2025). Mereka yang menerima surat itu akan diberhentikan dari dinas federal efektif mulai 24 April 2025, kata surel tersebut.
USAID mengatakan di situs webnya sebelum tengah malam pada Minggu Waktu Bagian Timur AS, semua karyawan yang direkrut secara langsung kecuali pekerja penting akan diberhentikan sementara dan 1.600 personel USAID di AS akan diberhentikan.
Pemberitahuan sebelumnya yang dikirimkan kepada staf dan sekitar 2.000 posisi di AS akan dihapuskan. Hingga berita ini ditayangkan, Gedung Putih belum memberi tanggapan.
Pada Jumat (21/2/2025), seorang hakim federal membuka jalan bagi pemerintahan Trump untuk memberhentikan ribuan pekerja USAID. Ini dinilai sebagai sebuah kemunduran bagi serikat pekerja pemerintah, yang menuntut atas apa yang mereka sebut sebagai upaya untuk membubarkannya.
Dua mantan pejabat senior USAID memperkirakan mayoritas dari sekitar 4.600 personel USAID, staf karier Layanan Sipil, dan Layanan Luar Negeri AS akan diberhentikan sementara secara administratif.
"Pemerintahan ini dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio kurang berpandangan jauh ke depan dalam mengurangi keahlian dan kapasitas respons krisis unik AS. Ketika wabah penyakit terjadi, populasi mengungsi, para ahli USAID ini berada di lapangan dan pertama-tama dikerahkan untuk membantu menstabilkan dan menyediakan bantuan," ucap Marcia Wong, salah satu mantan pejabat USAID.
Trump memerintahkan penghentian sementara bantuan luar negeri selama 90 hari, tak lama setelah menjabat pada 20 Januari 2025. Ia menghentikan pendanaan untuk segala hal, mulai dari program yang memerangi kelaparan dan penyakit mematikan hingga menyediakan tempat berlindung bagi jutaan orang terlantar di seluruh dunia.
Pemerintah AS telah menyetujui pengecualian terhadap pembekuan senilai total US$ 5,3 miliar, sebagian besar untuk program keamanan dan antinarkotika, menurut daftar pengecualian yang ditinjau oleh Reuters yang mencakup bantuan kemanusiaan terbatas.
Program USAID mendapat pengecualian kurang dari US$ 100 juta, dibandingkan dengan sekitar US$ 40 miliar dalam program yang dikelolanya setiap tahun sebelum pembekuan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




