Jumat, 15 Mei 2026

Hamas Siap Lanjutkan Pertempuran di Jalur Gaza Saat Negosiasi Terkendala

Penulis : Grace El Dora
26 Feb 2025 | 23:56 WIB
BAGIKAN
Gerakan pembebasan Palestina Hamas. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Gerakan pembebasan Palestina Hamas. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

MOSKOW, investor.id – Hamas sedang bersiap untuk melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza saat negosiasi terkendala. Gerakan perjuangan Palestina mengatakan saat ini ada masalah dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Israel, lapor Wall Street Journal pada Rabu (26/2/2025).

Sumber anonim yang merupakan pejabat dari negara-negara Arab mengungkapkan Gerakan perjuangan Palestina itu sedang menyusun kembali kekuatan militernya untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran di Gaza.

Para pejabat yang meminta syarat anonim itu mengatakan, sayap bersenjata organisasi tersebut telah menunjuk komandan baru dan mulai menyusun rencana untuk kemungkinan penempatan pasukannya

ADVERTISEMENT

Di sisi lain pasukan Israel dilaporkan berupaya mengambil kendali Koridor Netzarim, yang membagi Gaza menjadi utara dan selatan. Sebagai bagian dari persiapan pertempuran, Hamas sedang mempersiapkan tim khusus untuk melacak mata-mata Israel yang terdapat di Gaza.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengatakan Hamas telah mulai memulihkan terowongan di Gaza dan mengajari anggota barunya cara menggunakan senjata dalam perang gerilya melawan angkatan bersenjata Israel.

Sebagaimana diwartakan, Israel menerima enam sandera dari Hamas pada Sabtu (22/2/2025) tetapi menolak melepaskan lebih dari 600 tahanan Palestina yang dijadwalkan sesuai kesepakatan pertukaran tahanan.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan "menunda" pembebasan tahanan Palestina sampai Hamas menjamin pembebasan sandera Israel berikutnya "tanpa melalui upacara yang memalukan", lapor Sputnik.

Gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak 19 Januari 2025. Ini adalah bagian dari kesepakatan antara Israel dan gerakan Palestina Hamas untuk membebaskan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.

Penjamin perjanjian tersebut adalah Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) yang telah mendirikan pusat koordinasi di Kairo. Kesepakatan ini adalah gencatan senjata kedua selama konflik berlangsung. Tahap pertama selesai pada November 2023 dan hanya berlangsung selama enam hari.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia