Media China Tertarik Soal Berkontribusi Lewat Danantara
BEIJING, investor.id – Media massa di China tertarik untuk berkontribusi lewat Danantara. Duta Besar (Dubes) RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan media massa di Negara Tirai Bambu tersebut menunjukkan ketertarikan pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang baru diluncurkan pemerintah Indonesia.
"Bagaimana China bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund tersebut. Saya jelaskan, badan baru ini siap berinvestasi di sektor-sektor prioritas di Indonesia," tutur Djauhari, Kamis (27/2/2025).
Dia mengatakan hal itu dalam acara "Media Gathering 2025 – Updates from Indonesia" di Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Beijing pada Kamis, yang dihadiri sekitar 50 jurnalis setempat.
Djauhari menambahkan, selain Danantara, Indonesia juga sedang menjalankan berbagai program nasional penting seperti Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis. Mengenai hubungan ekonomi Indonesia-China, dia mengatakan China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber investasi asing terbesar ketiga.
Baca Juga:
AS Pangkas Misi Diplomatiknya di ChinaData dari Bea Cukai China menunjukkan nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 147,78 miliar pada 2024, atau meningkat 6,1% dari tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke China mencapai US$ 71,09 miliar, sedangkan impor dari China sebesar US$ 76,69 miliar.
Menurut Djauhari, Indonesia juga melakukan diversifikasi portofolio ekspor dengan memasok lebih banyak produk perikanan dan pertanian ke pasar China melalui penguatan konektivitas rantai pasokan industri.
"China diperkirakan akan tetap menjadi salah satu dari tiga sumber investasi asing teratas di Indonesia di masa mendatang," ujarnya.
Investasi China di Indonesia mencapai US$ 8,1 miliar pada 2024, meningkat 9,4% dari 2023.
Djauhari menambahkan Indonesia juga menawarkan banyak peluang bagi para investor China di berbagai proyek besar, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/ EV), dan ketahanan pangan.
"Untuk mendukung investasi di bidang-bidang ini, Indonesia menyediakan berbagai insentif yang komprehensif, termasuk keringanan pajak dan pendirian kawasan industri khusus. China tentunya bisa ikut berkontribusi, berinvestasi di sektor-sektor tersebut," pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






