Jumat, 15 Mei 2026

Warren Buffett Sebut Tarif Trump Bisa Picu Inflasi

Penulis : Grace El Dora
3 Mar 2025 | 13:20 WIB
BAGIKAN
Warren Buffett berjalan di lantai dan bertemu dengan pemegang saham Berkshire Hathaway menjelang rapat tahunan mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada 3 Mei 2024. (Foto: David A. Grogan)
Warren Buffett berjalan di lantai dan bertemu dengan pemegang saham Berkshire Hathaway menjelang rapat tahunan mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada 3 Mei 2024. (Foto: David A. Grogan)

OMAHA, investor.id – Investor legendaris Warren Buffett membuat komentar langka tentang kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan, bea masuk yang menghukum dapat memicu inflasi dan merugikan konsumen.

"Tarif sebenarnya, kami sudah punya banyak pengalaman dengan tarif. Tarif merupakan tindakan perang, sampai taraf tertentu," kata Buffett, yang konglomeratnya Berkshire Hathaway memiliki bisnis besar di bidang asuransi, kereta api, manufaktur, energi, dan ritel seperti dikutip CBS internasional, Senin (3/3/2025).

Ia membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara untuk sebuah film dokumenter baru tentang mendiang penerbit Washington Post, Katharine Graham.

ADVERTISEMENT

"Seiring waktu, tarif menjadi pajak atas barang. Maksud saya, Peri Gigi tidak membayarnya! Lalu apa? Anda selalu harus menanyakan pertanyaan itu dalam ilmu ekonomi. Anda selalu berkata, ‘Lalu apa?" ujar Buffett sambil tertawa. Ia mengacu pada dogeng anak-anak tentang Peri Gigi, yang menukarkan gigi susu dengan koin uang.

Ini menandai pernyataan publik pertama dari “Oracle of Omaha” berusia 94 tahun itu tentang kebijakan perdagangan Trump. Pekan lalu, Trump mengumumkan tarif impor sebesar 25% dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada Selasa (4/3/2025).

Sedangkan atas China akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10% pada tanggal yang sama. Pemerintah China telah berjanji untuk membalas.

Selama masa jabatan pertama Trump, kepala dan CEO Berkshire Hathaway itu memberikan pendapat panjang lebar pada 2018 dan 2019 tentang konflik perdagangan yang meletus. Buffett memperingatkan tindakan agresif Partai Republik itu dapat menyebabkan konsekuensi negatif secara global.

Ketika ditanya tentang keadaan ekonomi terkini oleh CBS, Buffett menahan diri untuk tidak mengomentarinya secara langsung.

“Yah, saya pikir itu adalah topik yang paling menarik di dunia, tetapi saya tidak akan membicarakannya, saya tidak bisa membicarakannya. Saya benar-benar tidak bisa,” imbuhnya.

Buffett telah bersikap defensif selama setahun terakhir, saat ia dengan cepat menjual saham dan mengumpulkan sejumlah uang tunai yang memecahkan rekor.

Beberapa orang menganggap langkah konservatif Buffett sebagai seruan pesimis terhadap pasar dan ekonomi. Sementara itu, orang lain percaya ia tengah mempersiapkan konglomerat itu untuk penggantinya dengan memangkas posisi yang terlalu besar dan mengumpulkan uang tunai.

Volatilitas pasar telah meningkat akhir-akhir ini karena meningkatnya kekhawatiran tentang ekonomi yang melambat, perubahan kebijakan yang tidak dapat diprediksi dari Trump, serta valuasi saham secara keseluruhan. S&P 500 naik sekitar 1% sejak awal tahun.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia