Tolak Tarif Tambahan AS, China Siapkan Balasan
BEIJING, investor.id – Pemerintah China "menolak tegas" tarif tambahan Amerika Serikat (AS) atas barang-barang impor dari Negara Tirai Bambu tersebut. China akan mengambil tindakan balasan, kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (4/3/2025).
Bea masuk tersebut akan "merugikan" hubungan dagang AS-China, kata otoritas tersebut. Pihak China mendesak AS untuk menariknya, kata kementerian dalam bahasa Mandarin yang dikutip CNBC internasional. Sebelumnya, China telah memperingatkan tentang tindakan balasan tetapi belum menjelaskan lebih detail.
Setelah putaran pertama tarif baru AS pada Februari 2025, tindakan balasan China dapat membatasi kemampuan AS untuk berbisnis di negara Asia tersebut. Otoritas China menaikkan bea masuk atas impor energi AS tertentu dan menempatkan dua perusahaan AS pada daftar entitas “yang tidak dapat diandalkan”.
Perwakilan Gedung Putih telah mengonfirmasi bea masuk baru sebesar 10% atas barang-barang China akan mulai berlaku Selasa, sehingga jumlah total tarif baru yang dikenakan hanya dalam waktu sekitar satu bulan menjadi 20%.
Tarif efektif rata-rata AS untuk barang-barang China ditetapkan mencapai 33%, naik dari sekitar 13% sebelum Presiden AS Donald Trump memulai masa jabatan terakhirnya pada 20 Januari 2022, menurut perkiraan dari Kepala Ekonom China Nomura Ting Lu.
Global Times yang didukung pemerintah China pada Senin (3/3/2025) melaporkan pemerintah China sedang mempertimbangkan tarif pembalasan atas produk pertanian AS, mengutip sumber anonim.
Ekspor produk pertanian AS seperti kacang kedelai menyumbang bagian terbesar dari barang-barang AS yang diekspor ke China sebesar 1,2%, atau US$ 22,3 miliar pada 2023, menurut analisis Allianz Research.
Minyak dan gas berada di peringkat kedua barang ekspor AS berdasarkan pangsa sebesar 1%, atau US$ 19,3 miliar, menurut penelitian. Farmasi berada di peringkat ketiga sebesar 0,8% atau US$ 15,6 miliar.
Pemerintah China pada hari ini memulai pertemuan parlemen tahunan yang dikenal sebagai "Dua Sesi" (Two Sessions).
Para pembuat kebijakan akan mengumumkan target produk domestik bruto (PDB) tahunan dan rencana stimulus fiskal untuk tahun ini pada Rabu (5/3/2025).
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






