Trump Ancam Hancurkan Gaza Bila Sandera Tak Dibebaskan
Pemerintah AS telah menolak kontak langsung dengan militan Palestina sejak melarang mereka sebagai organisasi teroris pada 1997. Namun Leavitt mengatakan, utusan sandera dalam perannya memiliki wewenang untuk berbicara dengan siapa pun.
Baik perwakilan kepresidenan AS dari Gedung Putih maupun perwakilan PM Netanyahu mengonfirmasi Israel telah diajak berkonsultasi terlebih dahulu mengenai pembicaraan tersebut.
Lima warga Amerika diyakini masih berada di antara para sandera. Empat dari mereka telah dipastikan tewas dan yang lainnya, Edan Alexander, diyakini masih hidup.
Serangan Hamas mengakibatkan kematian 1.218 orang, sebagian besar warga sipil. Sementara itu pembalasan militer Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 48.440 orang, sebagian besar juga warga sipil, menurut data dari kedua belah pihak.
Dari 251 tawanan yang ditawan selama serangan Hamas, sebanyak 58 orang masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang telah dikonfirmasi tewas oleh militer Israel.
Keraguan Terhadap Rencana Arab
Trump telah mengajukan usulan untuk mengambil alih Jalur Gaza dan menggusur penduduknya, sebuah gagasan yang telah menuai kecaman luas di seluruh dunia. Para pemimpin Arab telah mencari dukungan untuk rencana alternatif yang mereka ajukan yang akan membiayai rekonstruksi Gaza melalui dana perwalian.
Sebuah draf rencana yang dilihat oleh AFP menguraikan peta jalan lima tahun dengan banderol harga US$ 53 miliar, kira-kira jumlah yang diperkirakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk rekonstruksi Gaza. Tetapi angka tersebut tidak disertakan dalam pernyataan akhir pertemuan puncak tersebut.
Pertemuan puncak tersebut juga menyerukan perwakilan terpadu di bawah Organisasi Pembebasan Palestina untuk menyingkirkan Hamas.
Peneliti kebijakan senior di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri bernama Hugh Lovatt mengatakan rencana baru itu jauh lebih realistis daripada apa yang diusulkan pemerintahan Trump dalam hal dapat dioperasionalkan.
Namun, analis politik Palestina dan mantan menteri Otoritas Palestina Ghassan Khatib skeptis hal itu dapat terjadi secara realistis, mengingat kurangnya rincian tentang pendanaan dan rintangan politik yang akan dihadapinya.
"Tidak masuk akal untuk mengharapkan Israel membatalkan rencana Trump dan mengadopsi rencana orang-orang Arab. Tidak mungkin," tukasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






