Jumat, 15 Mei 2026

PBB Klaim Israel Manfaatkan Kelaparan Sebagai Senjata Atas Gaza

Penulis : Grace El Dora
7 Mar 2025 | 18:45 WIB
BAGIKAN
Seorang pria menjual roti di bawah reruntuhan toko rotinya yang hancur akibat serangan udara dan darat Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, Rabu (5/2/2025). (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)
Seorang pria menjual roti di bawah reruntuhan toko rotinya yang hancur akibat serangan udara dan darat Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, Rabu (5/2/2025). (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)

JENEWA, investor.id – Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberi peringatan atas keputusan pemerintah Israel menghentikan semua bantuan kemanusiaan ke Gaza. PBB mengatakan, Israel memanfaatkan kondisi kelaparan tersebut sebagai "penggunaan kelaparan sebagai senjata" atas Gaza.

Pernyataan itu disampaikan setelah Kabinet Perang Israel memutuskan keluar dari kesepakatan gencatan senjata Gaza dan seruan dari sejumlah pejabat tinggi untuk kembali membuka 'pintu neraka' di wilayah kantung tersebut.

"Dengan sengaja memotong pasokan vital, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi, dan alat bantu bagi penyandang disabilitas, Israel sekali lagi menjadikan bantuan sebagai senjata," kata mereka, lapor Anadolu, Jumat (7/3/2025).

ADVERTISEMENT

PBB melanjutkan, hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM) internasional. Ini juga tergolong kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berdasarkan Statuta Roma.

Menurut pakar PBB sebagai kekuatan pendudukan, pemerintah Israel selalu berkewajiban untuk memastikan kecukupan makanan, pasokan medis, dan layanan bantuan lainnya. Para pakar menegaskan, gencatan senjata tidak pernah menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina.

Sejak berlaku pada 19 Januari 2025, pasukan Zionis Israel telah menewaskan setidaknya 100 orang Palestina di Gaza, membuat jumlah total korban tewas mencapai 48.400.

"Dengan melanjutkan pengepungan dan pemboman di Gaza, Israel telah mengubah secara sepihak ketentuan perjanjian gencatan senjata dan langkah selanjutnya," jelas pakar.

Mereka mendesak mediator gencatan senjata Gaza yaitu Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat (AS) untuk campur tangan guna menjaga perjanjian tersebut sesuai dengan kewajiban yang ada di hukum internasional.

"Kami mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk mengingat kewajiban mereka sendiri berdasarkan hukum internasional dan bertindak untuk mengakhiri serangan brutal dan tak berujung ini terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka, agar seluruh dunia tidak terseret dalam badai pelanggaran hukum dan ketidakadilan ini," tegas mereka.

Sebelumnya, kepala keuangan Israel sayap kanan Bezalel Smotrich pada Minggu (2/3/2025) menyerukan "pembukaan gerbang neraka" di Jalur Gaza setelah keputusan pemerintah untuk menghentikan bantuan kemanusiaan ke daerah kantong Palestina yang terkepung itu.

Pemerintah Israel menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dilanda perang itu, hanya beberapa jam setelah fase pertama gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan berakhir.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia