Inflasi AS Capai 2,8% Lebih Rendah dari Perkiraan
Pejabat The Federal Reserve (The Fed) sedang mengamati perkembangan tersebut dengan saksama. Para pembuat kebijakan bank sentral umumnya menganggap tarif memiliki dampak yang sederhana pada inflasi dan sering kali dipandang sebagai tindakan satu kali yang tidak memiliki dampak jangka panjang pada pengukur jangka panjang.
Namun, perang dagang yang lebih luas dapat mengubah hal itu jika laju kenaikan menjadi lebih mengakar dalam perekonomian. Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan melanjutkan pemotongan suku bunga pada Mei 2025, dengan total pengurangan 0,75 poin persentase pada akhir 2025.
"Rilis CPI Februari menunjukkan tanda-tanda kemajuan lebih lanjut pada inflasi yang mendasarinya, dengan laju kenaikan harga yang moderat setelah rilis yang kuat pada Januari," kata kepala global pendapatan tetap dan solusi likuiditas di Goldman Sachs Asset Management Kay Haigh.
"Meskipun Fed kemungkinan masih akan tetap menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini, kombinasi dari tekanan inflasi yang mereda dan meningkatnya risiko penurunan pertumbuhan menunjukkan Fed semakin dekat untuk melanjutkan siklus pelonggarannya," kata dia.
The Fed akan bertemu minggu depan dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya dalam kisaran target antara 4,25%-4,5%.
Pertumbuhan ekonomi cenderung negatif pada kuartal I-2025, menurut pelacak data masuk GDPNow milik The Fed Atlanta. Ukuran tersebut telah mematok pertumbuhan kuartal I pada penurunan 2,4%, yang akan menjadi kuartal pertumbuhan negatif pertama dalam tiga tahun.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






