Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi AS Capai 2,8% Lebih Rendah dari Perkiraan

Penulis : Grace El Dora
12 Mar 2025 | 20:23 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja memilah produk selama Cyber Monday di pusat pemenuhan Amazon di Robbinsville, New Jersey, Amerika Serikat (AS) pada 27 November 2023. (Foto: Mike Segar/ Reuters)
Seorang pekerja memilah produk selama Cyber Monday di pusat pemenuhan Amazon di Robbinsville, New Jersey, Amerika Serikat (AS) pada 27 November 2023. (Foto: Mike Segar/ Reuters)

Pejabat The Federal Reserve (The Fed) sedang mengamati perkembangan tersebut dengan saksama. Para pembuat kebijakan bank sentral umumnya menganggap tarif memiliki dampak yang sederhana pada inflasi dan sering kali dipandang sebagai tindakan satu kali yang tidak memiliki dampak jangka panjang pada pengukur jangka panjang.

Namun, perang dagang yang lebih luas dapat mengubah hal itu jika laju kenaikan menjadi lebih mengakar dalam perekonomian. Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan melanjutkan pemotongan suku bunga pada Mei 2025, dengan total pengurangan 0,75 poin persentase pada akhir 2025.

"Rilis CPI Februari menunjukkan tanda-tanda kemajuan lebih lanjut pada inflasi yang mendasarinya, dengan laju kenaikan harga yang moderat setelah rilis yang kuat pada Januari," kata kepala global pendapatan tetap dan solusi likuiditas di Goldman Sachs Asset Management Kay Haigh.

ADVERTISEMENT

"Meskipun Fed kemungkinan masih akan tetap menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini, kombinasi dari tekanan inflasi yang mereda dan meningkatnya risiko penurunan pertumbuhan menunjukkan Fed semakin dekat untuk melanjutkan siklus pelonggarannya," kata dia.

The Fed akan bertemu minggu depan dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya dalam kisaran target antara 4,25%-4,5%.

Pertumbuhan ekonomi cenderung negatif pada kuartal I-2025, menurut pelacak data masuk GDPNow milik The Fed Atlanta. Ukuran tersebut telah mematok pertumbuhan kuartal I pada penurunan 2,4%, yang akan menjadi kuartal pertumbuhan negatif pertama dalam tiga tahun.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia