Jumat, 15 Mei 2026

Israel Berencana Lanjutkan Perang di Gaza

Penulis : Grace El Dora
18 Mar 2025 | 23:52 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan warga Palestina dari wilayah selatan ke wilayah utara Jalur Gaza. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Ilustrasi pergerakan warga Palestina dari wilayah selatan ke wilayah utara Jalur Gaza. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

YERUSALEM, investor.id – Pemerintah Israel berencana melanjutkan perangnya di Jalur Gaza sejak Eyal Zamir diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), lapor Anadolu pada Selasa (18/3/2025).

Mengutip unggahan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich di X, kantor berita Turki itu mengatakan serangan Israel adalah proses bertahap yang telah dibangun dan direncanakan dalam beberapa pekan terakhir sejak kepala staf baru menjabat yang akan terlihat sangat berbeda dari apa yang telah dilakukan selama ini.

“Seperti yang kami janjikan, IDF (angkatan darat) kembali beraksi dengan serangan dahsyat di Gaza dengan tujuan menghancurkan Hamas, memulangkan semua sandera, dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan dari Jalur Gaza terhadap warga Israel,” sebut Smotrich, Selasa.

ADVERTISEMENT

Zamir menjabat sebagai KSAD pada awal Maret, menggantikan Hervi Halevi yang bertugas selama Israel melancarkan perang genosida di wilayah kantong Palestina itu sejak Oktober 2023.

Tentara Israel mulai menggempur Gaza pada Selasa dini hari, yang menewaskan lebih dari 326 orang dan melukai ratusan orang. Serangan itu melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai diberlakukan pada 19 Januari 2025.

Meski berdalih menghancurkan Hamas, tetapi gambar-gambar yang muncul dari Gaza menunjukkan mayoritas korban adalah warga sipil termasuk wanita dan anak-anak yang rumahnya dibom pada malam hari.

Pada Senin (17/3/2025), stasiun televisi publik Israel KAN melaporkan Zamir menyetujui rencana militer untuk melanjutkan perang di Gaza. Ini termasuk mengintensifkan serangan udara, memperluas operasi darat, dan mengusir penduduk dari Gaza utara.

Lebih dari 48.500 warga Palestina telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 112.000 lainnya terluka selama agresi militer Israel yang membabi buta di Gaza sejak Oktober 2023.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah Palestina itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia