Trump Siapkan Tarif Besar Barang Farmasi untuk Pukul Australia
JAKARTA, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya akan segera memperkenalkan “tarif besar untuk farmasi” yang dirancang untuk memaksa lebih banyak raksasa manufaktur untuk pindah ke Amerika. Hal ini juga menjadi langkah yang dapat memukul hubungan Amerika dengan Australia.
Komentar Trump muncul beberapa jam setelah perwakilan perdagangannya, Jamieson Greer, mengatakan AS harus meningkatkan skor dengan Australia dan menggunakan uang yang dihasilkan oleh tarif Trump untuk mengatasi defisit perdagangan yang lebih luas sebesar US$ 1,2 triliun dengan seluruh dunia. Pemerintah AS berencana mempertahankan surplus perdagangan dengan Australia.
Dalam pidatonya di jamuan makan malam Komite Kongres Nasional Republik pada Rabu (9/4/2025), presiden AS merujuk pada sistem pengobatan bersubsidi yang dijalankan oleh banyak negara termasuk Australia. Sistem pengobatan bersubsidi ini dikenal sebagai Skema Manfaat Farmasi (PBS).
“Negara-negara lain ini cerdas. Mereka bilang Anda tidak dapat mengenakan biaya lebih dari US$ 88, jika tidak Anda tidak dapat menjual produk Anda dan perusahaan obat mendengarkan mereka. Namun, kami akan melakukan sesuatu yang harus kami lakukan. Kami akan mengenakan tarif pada produk farmasi kami dan begitu kami melakukannya, mereka akan kembali lagi ke negara kami karena kami adalah pasar yang besar. Keuntungan yang kami miliki atas semua orang adalah bahwa kami adalah pasar yang besar. Jadi, kami akan segera mengumumkan tarif besar untuk produk farmasi,” papar Trump, Rabu.
Trump tidak memberikan perincian tentang kenaikan tarif atau merujuk ke Australia.
Perusahaan farmasi AS telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang PBS, dengan mengklaim warga Australia tidak membayar cukup untuk obat-obatan mengingat miliaran dolar yang digelontorkan perusahaan untuk penelitian dan pengembangan.
Para ahli Universitas Monash mengatakan sulit untuk melihat bagaimana tarif akan memengaruhi PBS. “Kecuali jika masalah ini terjebak dalam beberapa kesepakatan perdagangan atau politik yang lebih besar,” jelas para ahli di The Conversation. Namun, para ahli juga mengatakan jika AS mengenakan tarif pada obat-obatan yang diekspor Australia ke AS maka hal itu dapat berdampak.
Baca Juga:
Harapan di Tengah Perang TarifMereka berpendapat hal itu akan membuat obat-obatan Australia lebih mahal. Hal ini berpotensi menurunkan permintaan, yang dapat mendorong produsen Australia untuk pindah ke luar negeri di mana produksi mungkin lebih murah.
Australia mengekspor obat-obatan senilai sekitar US$ 2 miliar ke AS setiap tahun, terutama produk vaksin dan produk darah. Pengenaan tarif pada obat-obatan kemungkinan akan semakin membebani hubungan diplomatik dengan Australia.
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan pemimpin oposisi Peter Dutton mengatakan PBS “tidak siap untuk dinegosiasikan”. Pihaknya juga telah menyatakan melindungi PBS adalah “hal yang sakral” dalam negosiasi perdagangan.
Pada Rabu, Albanese diminta untuk menanggapi komentar Greer yang menyatakan Australia sedang dihukum untuk mengompensasi defisit perdagangan AS secara keseluruhan.
“Kami sedang menangani defisit (perdagangan) sebesar US$ 1,2 triliun, yang terbesar dalam sejarah manusia, yang ditinggalkan Presiden Biden kepada kita. Kita seharusnya bisa mencetak skor lebih tinggi di Australia,” tutur Greer.
Komentar yang disampaikan Trump selama sidang Senat AS memicu tanggapan panas dari senator Demokrat untuk Virginia, Mark Warner, yang menuduh pemerintahan Trump memberikan “pukulan” yang tidak adil kepada salah satu sekutu terkuatnya.
PM Albanese mengatakan, tarif Trump merupakan tindakan tidak adil, mengingat AS mempertahankan surplus perdagangan dengan Australia.
“Ini tentu bukan tindakan yang tepat dan tentu bukan tindakan timbal balik bahwa Australia telah menerima tarif 10%. Meskipun kami mengakui setiap negara lain memiliki pengaturan yang lebih buruk daripada Australia, atau tentu saja tidak ada yang memiliki pengaturan yang lebih baik daripada Australia,” pungkas Albanese.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




