The Fed Sebut Kebijakan Tarif Trump Akan Naikkan Inflasi dan Angka Pengangguran
Williams mencatat, ia tetap berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target The Fed sebesar 2%. Ia mengatakan sementara ekspektasi inflasi jangka pendek telah meningkat, ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terkendali, dan sangat penting bagi Fed untuk mempertahankannya seperti itu.
Pandangannya tentang pertumbuhan yang melambat, meningkatnya pengangguran, dan inflasi yang jauh lebih tinggi merupakan pandangan yang sulit bagi The Fed karena tidak mendukung respons kebijakan moneter yang jelas.
Pasar keuangan secara luas memperkirakan serangkaian pemotongan suku bunga The Fed yang bertujuan untuk melindungi ekonomi dari risiko penurunan, sementara pejabat bank sentral AS dalam komentar baru-baru ini menandai pentingnya untuk tidak membiarkan inflasi lepas kendali.
Mayoritas pejabat The Fed telah menyatakan mereka tidak melihat alasan yang mendesak untuk mengubah suku bunga acuan, yang saat ini ditetapkan dalam kisaran 4,25%-4,5%.
"Kebijakan moneter berada pada posisi yang tepat untuk mengelola risiko tersebut sebaik mungkin (dan tingkat) yang agak ketat (adalah yang tepat mengingat tingkat inflasi saat ini),” imbuhnya.
“(Posisi The Fed saat ini dalam hal suku bunga) memberi kita kesempatan untuk menilai data dan perkembangan yang masuk, dan pada akhirnya memposisikan kita dengan baik untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah yang memengaruhi pencapaian tujuan mandat ganda kita," tandasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






