Jumat, 15 Mei 2026

Kapitalisasi Pasar Apple US$ 3 Triliun Usai Dibebaskan dari Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
15 Apr 2025 | 13:22 WIB
BAGIKAN
Logo Apple Inc. terlihat di pintu masuk toko Apple di Brussels, Belgia pada 28 November 2022. (Foto: REUTERS/Yves Herman)
Logo Apple Inc. terlihat di pintu masuk toko Apple di Brussels, Belgia pada 28 November 2022. (Foto: REUTERS/Yves Herman)

NEW YORK, investor.id – Saham Apple naik lebih dari 2% pada awal pekan ini, mendorong kapitalisasi pasar Apple kembali di atas US$ 3 triliun usai dibebaskan dari tarif Trump. Wall Street menyatakan sedikit kelegaan karena produsen iPhone tersebut akan mampu menahan tarif luas yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada Jumat (11/4/2025) malam, pemerintahan Trump mengumumkan ponsel, komputer, dan chip dibebaskan dari tarif baru. Apple merupakan salah satu perusahaan yang paling rentan terhadap tarif Trump karena mayoritas produk iPhone, iPad, dan MacBook diproduksi di China dan negara-negara Asia lainnya. Trump telah meminta Apple untuk membuat produknya di AS.

Sebagian besar impor penting Apple dibebaskan dari tarif Trump. Langkah yang menurut analis Wall Street dapat menghemat biaya Apple miliaran dolar. Namun, pejabat pemerintahan memperingatkan pada akhir pekan lalu, pengecualian tersebut bersifat sementara dan dapat berubah selama beberapa minggu mendatang.

ADVERTISEMENT

"Saya berbicara dengan Tim Cook. Saya membantu Tim Cook, baru-baru ini, dan seluruh urusan itu," ujar Trump pada Senin (14/4/2025) dalam sebuah pengarahan dengan wartawan di Ruang Oval Gedung Putih seperti dikutip Reuters, Selasa (15/4/2025). Trump merujuk pada CEO Apple Tim Cook.

"Saya tidak ingin menyakiti siapa pun, tetapi hasil akhirnya adalah kita akan mencapai posisi yang hebat bagi negara kita," imbuhnya. Ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di masa depan membantu menjelaskan kenaikan Apple yang relatif tenang pada Jumat. Sahamnya masih turun hampir 9% pada April 2025, setelah turun lebih dari 8% pada Maret 2025.

Penurunan 11% pada kuartal I-2025 menandai kinerja terburuk Apple sejak 2023. Apple sekali lagi menjadi perusahaan AS yang diperdagangkan secara publik dengan nilai tertinggi, mengalahkan Microsoft.

Saham Apple turun di bawah angka US$ 3 triliun pada 4 April 2025, dua hari setelah Trump mengumumkan tarif resiprokal yang akan mengenakan bea masuk yang signifikan pada China dan negara-negara tempat perusahaan tersebut melakukan manufaktur.

Saham tersebut melonjak minggu lalu setelah Trump mengumumkan pemerintahannya akan menurunkan tarif baru menjadi 10% untuk impor dari negara-negara selain China, yang akan menghadapi tarif setinggi 145%.

Analis di Morgan Stanley menulis dalam sebuah catatan pada Senin, berita terbaru dari Gedung Putih membawa beban biaya tarif tahunan Apple menjadi US$ 7 miliar, turun dari US$ 44 miliar pada Kamis (10/4/2025).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia