Jumat, 15 Mei 2026

Rencana Israel Bangun Kamp Isolasi di Gaza Ditolak Mentah-mentah

Penulis : Grace El Dora
8 Mei 2025 | 23:22 WIB
BAGIKAN
Sebuah kamp tenda untuk warga Palestina yang mengungsi didirikan di samping bangunan yang hancur setelah serangan udara dan darat Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, Kamis (6/2/2025). (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)
Sebuah kamp tenda untuk warga Palestina yang mengungsi didirikan di samping bangunan yang hancur setelah serangan udara dan darat Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, Kamis (6/2/2025). (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)

ISTANBUL, investor.id – Israel berencana mendirikan kamp-kamp isolasi mirip "ghetto Nazi" bagi warga Palestina di Gaza, dengan menggunakan mekanisme distribusi bantuan. Rencana Israel tersebut telah ditolak mentah-mentah oleh otoritas di Jalur Gaza. “Kami dengan tegas menolak rencana penjajah untuk membangun kamp isolasi paksa seperti melalui pengendalian dan pendistribusian bantuan kemanusiaan," tegas Kantor Media Pemerintah dalam sebuah pernyataan dikutip Kamis (8/5/2025).

"Ini adalah bagian dari kebijakan pemisahan sistematis yang jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip hukum internasional,” lanjutnya, lapor Anadolu.

Sebelumnya pada Minggu (4/5/2025), Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana gabungan Israel-AS untuk menyalurkan bantuan secara terbatas ke melalui dana internasional dan perusahaan swasta. Bantuan itu akan dikirim ke “kompleks kemanusiaan” di selatan.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Palestina menyebut rencana Israel itu “tidak manusiawi" dan "tidak bisa diterima”, kemudian menegaskan seluruh rakyat Palestina akan menentang "skema kejahatan" itu. Pihaknya menilai rencana tersebut berupaya memanfaatkan bantuan kemanusiaan untuk mengepung, memicu kelaparan, dan menundukkan warga Palestina.

Di samping itu, pemerintah Palestina juga meminta masyarakat dan organisasi internasional untuk segera turun tangan menghentikan “lelucon" Israel tersebut dan mengakhiri kekacauan sistematis di wilayah kantong Palestina itu.

Sejak pintu perlintasan ditutup Israel pada 2 Maret 2025, sebanyak 57 warga yang mayoritas anak-anak telah kehilangan nyawa akibat kelaparan menurut catatan otoritas kesehatan setempat.

Laporan terbaru dari Bank Dunia mengungkapkan sebanyak 2,4 juta warga Palestina di saat ini bergantung sepenuhnya pada bantuan, setelah 20 bulan menghadapi perang genosida dan blokade Israel yang menghancurkan perekonomian dan infrastruktur di wilayah itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia