Tak Ingin Meninggal dalam Keadaan Kaya, Bill Gates Akan Tutup Yayasan
Meskipun Gates berharap yayasan miliknya dapat memenuhi tujuan tersebut, Bill Gates juga bersikap realistis. "Semua kemajuan ini tidak mungkin terjadi tanpa kemitraan dari pemerintah," tulisnya. Pengumumannya muncul pada saat pemerintah dunia, khususnya Amerika Serikat (AS), telah memangkas anggaran bantuan global mereka hingga puluhan miliar dolar, katanya.
Gates menyatakan kekhawatiran soal organisasi filantropi seperti miliknya tidak akan dapat mengisi kekosongan dalam bantuan global yang ditinggalkan oleh pemotongan pajak pemerintah baru-baru ini.
"Tidak ada organisasi filantropi, bahkan yang sebesar Gates Foundation, yang dapat menutupi kesenjangan dalam pendanaan yang muncul saat ini. Tidak jelas apakah negara-negara terkaya di dunia akan terus membela rakyatnya yang termiskin," tulisnya.
Akan Lebih Baik 20 Tahun ke Depan
Gates menggambarkan pengaruh dalam hidupnya yang membentuk komitmennya terhadap filantropi, dimulai dari ibunya, Mary Gates, yang meninggal pada 1994. Ibunya adalah penganut setia gagasan “siapa yang diberi banyak, akan banyak pula yang diharapkan”, kata Gates.
Setelah Microsoft menjadi sukses, Gates untuk sementara waktu menjadi orang terkaya di dunia. Ibunya mengingatkannya, ia hanya seorang pengurus kekayaan apa pun yang dikumpulkannya. Gates juga memiliki kewajiban moral dan sosial untuk membalasnya, tulisnya. Ayah Gates memiliki pandangan yang sama dan menjadi salah satu ketua Gates Foundation hingga ia meninggal pada 2020.
Pendirian Gates tentang filantropi juga dipengaruhi oleh sahabat lama sekaligus miliarder Warren Buffett. Buffett sebelumnya telah menyumbangkan puluhan miliar dolar untuk kegiatan amal dan menugaskan anak-anaknya untuk memberikan 99% dari sisa kekayaannya setelah ia meninggal.
“(Buffett) tetap menjadi contoh utama kedermawanan. Ia adalah orang pertama yang memperkenalkan saya pada gagasan untuk menyumbangkan segalanya," kata Gates.
Bersama Buffett, Gates dan mantan istrinya Melinda French Gates mendirikan Giving Pledge pada 2010. Sejak saat itu, lebih dari 240 miliarder telah menandatanganinya yang berkomitmen untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka selama hidup mereka.
Dalam unggahannya, Gates juga mengutip pengaruh taipan baja Gilded Age Andrew Carnegie. Esai Carnegie pada 1889 "The Gospel of Wealth" dianggap sebagai model filantropi modern. Saat membaca esai itu beberapa dekade lalu, Gates mengatakan ia dikejutkan oleh kalimat "orang yang meninggal dalam keadaan kaya akan meninggal dalam keadaan malu".
"Saya telah menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kutipan itu akhir-akhir ini," tulis Gates. Ia menambahkan, kutipan itu memengaruhi keputusannya untuk bergerak lebih cepat dalam donasinya.
"Saya berharap orang kaya lainnya mempertimbangkan seberapa besar mereka dapat mempercepat kemajuan bagi orang-orang termiskin di dunia jika mereka meningkatkan kecepatan dan skala pemberian mereka, karena itu adalah cara yang sangat berdampak untuk memberi kembali kepada masyarakat," imbuhnya.
Gates pada dasarnya adalah orang yang optimis, mengharapkan banyak kondisi global membaik dalam beberapa dekade mendatang, sebagian besar karena kemajuan dalam teknologi dan perawatan kesehatan, katanya kepada The New York Times pada Kamis (8/5/2025).
Setidaknya sebagian dari kemajuan itu, katanya, dapat didorong oleh peningkatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) yang cepat. "Saya pikir objektif untuk mengatakan kepada Anda bahwa segala sesuatunya akan lebih baik dalam 20 tahun ke depan," kata Gates.
Namun, ia juga mencatat dirinya masih cenderung melakukan kegiatan filantropi jika ia tidak merasa optimis.
"Katakanlah seseorang meyakinkan saya sebaliknya. Apa yang akan saya lakukan? Membeli beberapa perahu atau semacamnya? Berjudi? Uang ini harus dikembalikan ke masyarakat dengan cara yang paling memungkinkan untuk menghasilkan sesuatu yang positif," lanjut dia.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




