Jumat, 15 Mei 2026

Hampir 100 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Utara

Penulis : Grace El Dora
16 Mei 2025 | 23:31 WIB
BAGIKAN
Seorang pelayat bereaksi selama pemakaman warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel di rumah sakit Indonesia di Beit Lahia. (Foto: Reuters)
Seorang pelayat bereaksi selama pemakaman warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel di rumah sakit Indonesia di Beit Lahia. (Foto: Reuters)

LONDON, investor.id – Hampir 100 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan darat, udara, dan laut skala besar yang dilancarkan Israel pada Jumat (16/5/2025) dini hari di Gaza utara, kata pertahanan sipil yang dikelola Hamas dan penduduk.

Pertahanan sipil mengatakan sedikitnya sembilan rumah dan tenda yang menampung warga sipil telah dibom semalam dan telah menerima puluhan panggilan dari orang-orang yang terjebak. Saksi juga melaporkan bom asap, penembakan artileri, dan tank di Beit Lahia.

Militer Israel mengatakan pihaknya "beroperasi untuk menemukan dan membongkar lokasi infrastruktur teroris" di Gaza utara dan telah "melenyapkan beberapa teroris" selama sehari terakhir. Ini menandai serangan darat terbesar di Gaza utara sejak Israel melanjutkan ofensifnya pada Maret 2025.

ADVERTISEMENT

Basheer al-Ghandour adalah salah satu orang yang melarikan diri dari Beit Lahia ke Jabalia setelah serangan itu. Menurut laporan BBC, al-Ghandour mengatakan orang-orang sedang tidur ketika tiba-tiba pengeboman hebat terjadi pada malam hari. "Pengeboman itu datang dari segala arah. Serangan udara dan kapal perang. Rumah saudara laki-laki saya runtuh. Ada 25 orang di dalamnya," katanya seperti dikutip BBC internasional, Jumat.

Ia mengatakan, sebanyak 11 orang terluka dan lima orang tewas termasuk keponakannya yang berusia lima dan 18 tahun dan seorang keponakan laki-laki berusia 15 tahun. Ia dan yang lainnya mencoba menyelamatkan kerabatnya dari reruntuhan.

"Istri saudara laki-laki saya masih tertimbun reruntuhan. Kami tidak berhasil menyelamatkannya. Karena pengeboman yang hebat, kami harus melarikan diri. Kami tidak membawa apa pun, tidak ada perabotan, tidak ada makanan, tidak ada tepung. Kami bahkan pergi dengan kaki telanjang," ungkap al-Ghandour.

Korban selamat lainnya bernama Yousif Salem mengatakan ia dan ketiga anaknya baru saja lolos dari kematian. "Serangan udara menghantam rumah tetangga kami. Tidak ada yang selamat," ucapnya.

Menurutnya, peluru artileri mulai menghantam dekat rumah mereka saat mereka terjebak di dalam. Ketika ia mencoba pergi, sebuah pesawat tanpa awak quadcopter melepaskan tembakan. Ia melakukan upaya kedua di bawah tembakan hebat, katanya. Semua jalan diblokir, tetapi mereka berhasil menemukan jalan samping.

"Kami lolos hanya beberapa menit sebelum tank-tank Israel mengepung daerah itu," sambungnya. Menurut penduduk setempat, serangan itu dimulai dengan rentetan bom asap yang diikuti oleh tembakan artileri hebat dari posisi Israel di dekatnya.

Hampir 100 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Utara
Warga Palestina berjuang untuk mendapatkan jatah makanan mereka di luar pusat distribusi yang ramai di Beit Lahia pada 15 Mei 2025. (Foto: Getty Images)

Tank-tank kemudian mulai bergerak maju menuju lingkungan Al-Salateen di Beit Lahia barat. Saksi mata melaporkan kendaraan lapis baja Israel mengepung sebuah sekolah yang menampung ratusan warga sipil yang mengungsi.

Pesawat Israel menjatuhkan selebaran Jumat dini hari di beberapa daerah di Gaza utara yang menyerukan penduduk untuk segera mengungsi dari daerah itu. Pesan tiba-tiba itu menimbulkan kekhawatiran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperluas operasi militernya di salah satu daerah terpadat di Gaza. Perintah evakuasi memicu kepanikan di antara keluarga-keluarga yang telah mengungsi beberapa kali sejak perang dimulai. Banyak yang tidak punya tempat lain untuk dituju.

Serangan di Gaza utara terjadi setelah serangan udara Israel menewaskan lebih dari 120 orang, sebagian besar di selatan, pada Kamis (15/5/2025).

IDF mengatakan, mereka telah menyerang lebih dari 150 target teroris di seluruh Gaza selama sehari terakhir. Itu termasuk pos rudal anti-tank, bangunan militer, dan pusat-pusat tempat kelompok-kelompok berencana untuk melakukan serangan teroris terhadap pasukan IDF. Di Gaza selatan, IDF mengatakan telah membongkar bangunan dan terowongan Hamas dan menewaskan sejumlah teroris yang menurut Israel telah berencana untuk menanam alat peledak.

Meskipun serangan udara Jumat malam yang dahsyat dan laporan kemajuan pasukan darat di sebelah barat Beit Lahia cukup signifikan, hal ini belum terlihat seperti ancaman serangan militer besar Israel.

Pemerintah Israel telah mengatakan rencana mengintensifkan operasi di Gaza dan menduduki kembali Jalur Gaza tanpa batas waktu jika Hamas tidak menerima usulan gencatan senjata sementara dan pengembalian sandera yang tersisa pada akhir perjalanan regional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berakhir Jumat.

Meskipun belum ada tanda-tanda terobosan dengan tim negosiasi yang masih berada di Doha, media lokal mengatakan mediator Arab telah mendesak agar ada lebih banyak waktu untuk memberi kesempatan pada perundingan.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang disepakati pada Januari 2025 gagal ketika Israel melancarkan kembali serangan udara di Gaza pada Maret 2025. Israel juga menerapkan blokade total terhadap bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, yang telah dikecam secara luas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta negara-negara Eropa dan Arab.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia