Jumat, 15 Mei 2026

Tantangan Fundamental Perdagangan Global di Tengah Ancaman Tarif

Penulis : Happy Amanda Amalia
17 Mei 2025 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Dirjektur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada Selasa (13/05/2025). APEC pada Jumat (16/05/2025) menyatakan dukungan terhadap kelanjutan peran WTO, sembari mencatat kekurangan-kekurangannya. (Kazuhiro Nogi/Pool Photo via AP)
Dirjektur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada Selasa (13/05/2025). APEC pada Jumat (16/05/2025) menyatakan dukungan terhadap kelanjutan peran WTO, sembari mencatat kekurangan-kekurangannya. (Kazuhiro Nogi/Pool Photo via AP)

Bagi banyak negara anggota, kehadiran Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, meningkatkan taruhan konferensi yang diselenggarakan di Pulau Jeju, Korea Selatan, menjelang pertemuan puncak para pemimpin yang dijadwalkan akhir tahun ini.

Menurut para pejabat negara tuan rumah, di hari pertama cukup banyak perwakilan yang hadir meminta atau mengupayakan pertemuan dengan Greer. Greer sendiri menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan China Li Chenggang pada Kamis (15/05/2025), kurang dari seminggu setelah pembicaraan tatap muka pertama di Jenewa, Swiss pada 10-11 Mei, di mana mereka sepakat menurunkan tarif secara signifikan selama 90 hari.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian menyampaikan dalam konferensi pers bahwa China selalu terbuka untuk menyelesaikan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan AS melalui komunikasi offline, tetapi tidak memberikan rincian tentang substansi pembicaraan terbaru.

ADVERTISEMENT

Mengutip pernyataan dari kementerian, Li mengatakan pada pertemuan APEC bahwa dalam beberapa tahun terakhir masing-masing negara telah menerapkan tarif resiprokal, dan memprovokasi gesekan perdagangan global. Ia juga menambahkan, banyak mitra dagang menyatakan ketidakpuasan dan penolakan yang jelas.

Selain dengan Li, Greer juga bertemu dengan Cheong selang tiga minggu setelah pembicaraan perdagangan antara Kores Selatan (Korsel) dan AS, serta rekan-rekannya dari Malaysia dan Taiwan. Yang mana menghasilkan optimistis bahwa pembicaraan lebih lanjut akan menghasilkan penurunan tarif.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia