Jumat, 15 Mei 2026

Perkembangan Pertempuran Israel dan Iran

Penulis : Grace El Dora
16 Jun 2025 | 10:03 WIB
BAGIKAN
Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan lokasi Ghadir IRGC di Teheran, Iran, Kamis (1/5/2025). (Foto: Maxar Technologies via AP)
Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan lokasi Ghadir IRGC di Teheran, Iran, Kamis (1/5/2025). (Foto: Maxar Technologies via AP)

BAT YAM, investor.id – Israel dan Iran melancarkan serangan baru yang menewaskan dan melukai warga sipil. Pertempuran Israel dan Iran yang meningkat ini menimbulkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, dengan kedua militer mendesak warga sipil di pihak lawan untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan lebih lanjut. Warga sipil di kedua negara pun didesak untuk mengungsi dari wilayah sasaran.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan ia berharap pertemuan para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) di Kanada pada Minggu (15/6/2025) akan mencapai kesepakatan untuk membantu menyelesaikan konflik dan mencegahnya meningkat.

Pemerintah Iran telah memberi tahu mediator Qatar dan Oman, mereka tidak membuka diri untuk merundingkan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) saat mereka diserang Israel. Hal ini disampaikan seorang pejabat yang diberi pengarahan tentang komunikasi tersebut seperti dilaporkan Reuters, Senin (16/6/2025).

ADVERTISEMENT

Adapun militer Israel melancarkan serangan pada Jumat (13/6/2025) dengan tujuan memusnahkan program rudal nuklir dan balistik Iran. Pihaknya bahkan telah memperingatkan warga Iran yang tinggal di dekat fasilitas senjata itu agar segera mengungsi. "Iran akan membayar harga yang mahal atas pembunuhan warga sipil, wanita, dan anak-anak," beber Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyampaikan hal ini dari balkon yang menghadap ke apartemen yang hancur di mana enam orang tewas di Bat Yam, kota di selatan Tel Aviv.

Angkatan bersenjata Iran memberi tahu penduduk Israel untuk meninggalkan sekitar area vital demi keselamatan mereka.

Serangan Malam Hari

Ledakan mengguncang Tel Aviv pada sore hari saat Iran meluncurkan serangan rudal siang hari pertamanya sejak Israel menyerang pada Jumat (13/6/2025). Setidaknya 10 orang termasuk anak-anak telah tewas sejauh ini, menurut otoritas Israel. Beberapa jam kemudian, tak lama setelah malam tiba, Iran meluncurkan gelombang rudal kedua, yang menghantam jalan permukiman di Haifa, kota campuran Yahudi-Arab di Israel utara. Layanan darurat nasional melaporkan sembilan orang terluka dalam serangan itu, bersama dengan dua orang lainnya setelah terkena rudal di selatan.

Di Bat Yam pada Minggu (15/6/2025) malam, penduduk yang terkejut mengamati kerusakan akibat serangan semalam. Banyak orang di seluruh Israel bersiap untuk malam tanpa tidur lagi, tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya. "Ini sangat mengerikan. Ini tidak menyenangkan. Orang-orang kehilangan nyawa dan rumah mereka," ucap Shem (29) yang rumahnya terguncang semalam, ketika sebuah rudal menghantam menara apartemen di dekatnya.

Gambar-gambar dari Teheran menunjukkan langit malam diterangi oleh kobaran api besar di depot bahan bakar setelah Israel mulai menyerang sektor minyak dan gas Iran. Eskalasi ini meningkatkan taruhan bagi ekonomi global dan fungsi negara Iran.

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan jumlah korban sejak dimulainya serangan Israel telah meningkat menjadi 224 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka, sebanyak 90% di antaranya katanya adalah warga sipil. Mereka yang tewas termasuk 60 orang pada Sabtu (14/6/2025), setengahnya adalah anak-anak, di sebuah blok apartemen 14 lantai yang rata dengan tanah di ibu kota Iran.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia