Jumat, 15 Mei 2026

Dubes Boroujerdi: Iran Jadi Target Israel karena Dukung Palestina, Bagaimana Indonesia?

Penulis : Chandra Adi Nurwidya
27 Jun 2025 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Duta Besar (Dubes) RI Iran untuk Indonesia Muhammad Boroujerdi, saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Ambassadorial Lectures di Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang, Yogyakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: B-Universe/ Chandra Adi)
Duta Besar (Dubes) RI Iran untuk Indonesia Muhammad Boroujerdi, saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Ambassadorial Lectures di Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang, Yogyakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: B-Universe/ Chandra Adi)

YOGYAKARTA, investor.id – Dukungan kuat terhadap kemerdekaan Palestina menjadi alasan utama mengapa Iran terus menjadi sasaran serangan militer Israel dan mengalami tekanan dari sekutu utamanya, Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan Duta Besar (Dubes) RI Iran untuk Indonesia Muhammad Boroujerdi, saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Ambassadorial Lectures di Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Boroujerdi menekankan, Republik Islam Iran sejak lama menyuarakan dukungan penuh terhadap bangsa Palestina untuk merdeka. Karena posisi itu pula, kata dia, Iran menjadi musuh utama Israel dan sekutunya.

“Rezim Zionis menyerang Iran dikarenakan Iran menjadi salah satu pendukung utama dari bangsa Palestina. Sama seperti masyarakat Indonesia yang pendukung dari bangsa Palestina. Indonesia beruntung letak geografinya jauh dari Rezim Zionist. Apabila dekat, saya bisa pastikan Indonesia menjadi salah satu sasaran dari Rezim Zionis,” tegas Boroujerdi, Kamis (26/6/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan secara ideologis, Indonesia dan Iran memiliki kesamaan dalam membela Palestina. Namun, posisi geografis Indonesia yang jauh dari kawasan konflik Timur Tengah membuat negeri ini relatif aman dari ancaman langsung serangan militer Israel.

Boroujerdi juga menyampaikan, tuduhan Israel dan Amerika terhadap Iran soal pengembangan senjata nuklir adalah narasi yang tidak berdasar. Ia menilai tuduhan serupa pernah digunakan Amerika Serikat (AS) untuk melegitimasi invasi ke negara lain.

“Rezim Zionis dan Amerika menyerang Iran dengan dalih Iran membangun senjata nuklir. Tetapi itu adalah sebuah tuduhan yang tidak memiliki dasar. Hal yang serupa mereka pernah gunakan ketika menyerang Irak pada tahun 2003 dengan tuduhan memiliki persenjataan pemusnah massal. Lebih dari satu juta masyarakat Irak menjadi korban,” ujarnya.

Ia menambahkan, skenario serupa juga terjadi di Afghanistan di mana jutaan warga sipil menjadi korban atas dasar tuduhan tak berdasar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia