Jumat, 15 Mei 2026

Turki Buka Peluang Pembicaraan Nuklir AS dengan Iran

Penulis : Grace El Dora
28 Jun 2025 | 14:33 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan melihat foto-foto prajurit yang gugur setelah upacara peletakan bunga di tembok peringatan di Kyiv, Ukraina, Jumat (30/5/2025). (Foto: AP/ Efrem Lukatsky)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan melihat foto-foto prajurit yang gugur setelah upacara peletakan bunga di tembok peringatan di Kyiv, Ukraina, Jumat (30/5/2025). (Foto: AP/ Efrem Lukatsky)

ANKARA, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan membuka kemungkinan Amerika Serikat (AS) dan Iran akan melanjutkan perundingan nuklir di Oman. Fidan menyampaikan, peluang rekonsiliasi antara AS dan Iran tetap ada.

"Presiden kami (Recep Tayyip Erdogan) telah menjelaskan kepada kedua belah pihak bahwa kami siap memainkan peran apapun dalam masalah ini. Saya pikir ini akan menguntungkan peserta lain juga. Ada rumor bahwa proses yang dimulai di Oman akan dilanjutkan. AS dan Iran mungkin akan bertemu di suatu tempat, saya yakin ada kemungkinan rekonsiliasi," tutur Fidan kepada saluran televisi A Haber seperti dikutip Sputnik, Sabtu (28/6/2025).

Masalah nuklir hanyalah salah satu aspek dari proses yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran, imbuh Fidan.

ADVERTISEMENT

"Serangan Israel terhadap Iran telah mendorong Iran ke titik membela diri. (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu tidak ragu-ragu memicu gejolak di kawasan demi keuntungan pribadinya. Israel tidak punya kekuatan untuk menghancurkan program nuklir Iran," kata Fidan.

"Dalam 12 hari, perang ini berakhir untuk saat ini, namun ada kesepakatan yang dibuat dengan ketentuan bahwa kemampuan nuklir perlu dihancurkan. Sekarang ada masa hening dan untuk membuatnya bertahan lebih lama, diperlukan kesepakatan antara Iran dan AS," tambah dia.

Pada Rabu (25/6/2025), Presiden AS Donald Trump mengatakan setelah pertemuan puncak NATO di Den Haag bahwa pembicaraan antara perwakilan AS dan Iran akan berlangsung minggu depan. Trump menambahkan, pembicaraan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan, meskipun ia tidak melihatnya sebagai suatu keharusan.

Keesokan harinya, Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan pemerintah Iran belum memutuskan apakah akan mengadakan putaran pembicaraan baru dengan AS atau tidak. Masalah tersebut, menurut dia, sedang dibahas.

Situasi di Timur Tengah memuncak pada 13 Juni 2025, ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran dan menuduh negara itu melaksanakan program nuklir militer rahasia. Iran membalas serangan Israel dengan menyerang target militer di dalam wilayah Israel.

Iran juga membantah adanya tujuan militer dalam program nuklirnya. Klaim tersebut didukung oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang mengatakan mereka tidak memiliki bukti kepemilikan senjata nuklir Teheran.

Pada 22 Juni 2025, pemerintah AS menyerang tiga situs nuklir Iran yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan. Serangan itu sehingga memicu pemerintah Iran untuk meluncurkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar pada 23 Juni 2025.

Selanjutnya, Trump pada 24 Juni 2025 mengatakan Israel dan Iran menyepakati gencatan senjata guna mengakhiri "perang yang berlangsung selama 12 hari".

Pada Selasa (24/6/2025), Trump mengatakan gencatan senjata antara Iran dan Israel telah berlaku dan mendesak kedua belah pihak untuk tidak melanggarnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia