Jumat, 15 Mei 2026

AS Setujui Penjualan Senjata ke Israel Rp 8,2 Triliun Lebih

Penulis : Grace El Dora
1 Jul 2025 | 23:24 WIB
BAGIKAN
Pentagon terlihat dari penerbangan lepas landas dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada 29 November 2022 di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS). Pentagon adalah markas Departemen Pertahanan AS dan gedung perkantoran terbesar di dunia. (Foto: Alex Wong/Getty Images/AFP)
Pentagon terlihat dari penerbangan lepas landas dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada 29 November 2022 di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS). Pentagon adalah markas Departemen Pertahanan AS dan gedung perkantoran terbesar di dunia. (Foto: Alex Wong/Getty Images/AFP)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) setuju penjualan sistem panduan senilai US$ 510 juta atau sekitar Rp 8,24 triliun untuk bunker Israel dan bom reguler.

"Departemen Luar Negeri telah membuat keputusan yang menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada pemerintah Israel berupa Peralatan Panduan Amunisi dan Dukungan Amunisi serta peralatan terkait dengan perkiraan biaya US$ 510 juta," kata badan tersebut dalam siaran pers Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) seperti dikutip Selasa (1/7/2025).

Menurut siaran pers tersebut, Israel telah meminta untuk memperoleh 3.845 peralatan panduan untuk bom BLU-109 seberat 2.000 pon dan 3.280 peralatan untuk bom MK 82 seberat 500 pon.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui Israel dan AS sebagai inisiator yang memulai tindakan agresi dan menuntut agar mereka memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama serangan terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, Senin (30/6/2025).

“Kami secara resmi meminta agar Dewan Keamanan untuk mengakui rezim Israel dan Amerika Serikat sebagai inisiator tindakan agresi dan mengakui tanggung jawab mereka, termasuk pembayaran kompensasi dan reparasi,” demikian isi surat tersebut yang dikutip dari saluran perpesanan Telegram milik sang menteri.

Araghchi juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB meminta mereka bertanggung jawab atas agresi tersebut dan mencegah terulangnya kejahatan serupa.

Militer Israel melancarkan operasi terhadap Iran pada malam 13 Juni 2025, dengan menuduhnya menjalankan program nuklir militer rahasia. Target dari pemboman udara dan serangan oleh kelompok sabotase mencakup fasilitas nuklir, jenderal militer, fisikawan nuklir terkemuka, dan pangkalan udara.

Pemerintah Iran menolak tuduhan tersebut dan menanggapinya dengan serangan militer. Kedua pihak saling melancarkan serangan selama 12 hari dengan AS ikut serta dalam konflik ini dengan melancarkan satu kali serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada malam 22 Juni 2025.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia