Kamis, 14 Mei 2026

Israel Kembali Gempur Gaza, 28 Warga Palestina Tewas

Penulis : Grace El Dora
12 Jul 2025 | 18:04 WIB
BAGIKAN
Warga Palestina memeriksa reruntuhan sebuah pom bensin yang hancur akibat serangan udara Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (12/7/2025). (Foto: AP/ Abdel Kareem Hana)
Warga Palestina memeriksa reruntuhan sebuah pom bensin yang hancur akibat serangan udara Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (12/7/2025). (Foto: AP/ Abdel Kareem Hana)

DEIR AL-BALAH, investor.id – Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 28 warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk empat anak-anak, kata pejabat rumah sakit, Sabtu (12/7/2025). Anak-anak dan dua perempuan tersebut termasuk di antara setidaknya 13 orang yang tewas di Deir al-Balah, di Gaza tengah, setelah serangan udara Israel menggempur wilayah tersebut mulai Jumat (11/7/2025) malam waktu setempat, kata pejabat di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.

Empat orang lainnya tewas dalam serangan di dekat sebuah stasiun bahan bakar, dan 15 lainnya tewas dalam serangan udara Israel di Khan Younis, di Gaza selatan, menurut Rumah Sakit Nasser yang dikutip Associated Press.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi, selama 48 jam terakhir pasukannya menyerang sekitar 250 target di Jalur Gaza. Ini termasuk militan, bangunan jebakan, fasilitas penyimpanan senjata, pos peluncuran rudal anti-tank, pos penembak jitu, terowongan, dan lokasi infrastruktur Hamas lainnya. Militer tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Associated Press mengenai kematian warga sipil tersebut.

ADVERTISEMENT

Militan pimpinan Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023 di Israel dan menculik 251 orang. Mereka masih menyandera 50 orang, kurang dari setengahnya diyakini masih hidup, setelah sebagian besar sisanya dibebaskan melalui perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan lainnya.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, lebih dari setengahnya adalah perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian tersebut, yang berada di bawah pemerintahan Hamas di Gaza, tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan dalam penghitungannya. PBB dan organisasi internasional lainnya menganggap angka-angka tersebut sebagai statistik paling andal mengenai korban perang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata lain yang akan membebaskan lebih banyak sandera dan berpotensi mengakhiri perang. Namun, setelah dua hari perundingan minggu ini dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tidak ada tanda-tanda terobosan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia