Jumat, 15 Mei 2026

Eks PM Israel Kecam Netanyahu di Tengah Perundingan Gencatan Senjata dengan Hamas

Penulis : Grace El Dora
12 Jul 2025 | 18:55 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan eks PM Israel Ehud Olmert.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan eks PM Israel Ehud Olmert.

JAKARTA, investor.id – Eks Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert mengecam pemimpin Israel Benjamin Netanyahu, di tengah kemajuan perundingan gencatan senjata dengan Hamas, menurut laporan eksklusif NDTV, Sabtu (12/7/2025).

Israel dan Hamas melanjutkan perundingan gencatan senjata dan pembebasan sandera pada Minggu (6/7/2025). Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan, perundingan lebih dekat daripada sebelumnya. Namun, Rubio juga mengakui optimisme serupa telah memudar dalam putaran perundingan sebelumnya.

Sebagai bagian dari usulan terbaru, Hamas telah setuju untuk membebaskan 10 sandera dengan imbalan masa gencatan senjata 60 hari, dengan upaya menuju gencatan senjata permanen akan terus berlanjut.

Namun, masih terdapat perbedaan pendapat yang mendalam mengenai seperti apa kesepakatan akhir nantinya. Mantan PM Israel Ehud Olmert mengomentari hal ini dengan blak-blakan. "Hamas tidak akan membebaskan semua sandera, yang merupakan satu-satunya aset yang masih mereka miliki," tukasnya, kecuali ada jaminan perang telah berakhir.

ADVERTISEMENT

Ehud Olmert menekankan, Israel tidak akan berhenti berperang kecuali ada langkah-langkah untuk memastikan Hamas tidak lagi memegang posisi dominan di Gaza. "Masih terdapat ketidaksepakatan mengenai persyaratan akhir," tegas Olmert. Ia menambahkan, Hamas menuntut diakhirinya perang sepenuhnya dan penarikan Israel dari Gaza, sementara Israel bersikeras pada penghapusan total Hamas sebagai struktur kekuasaan.

Ia juga mempertanyakan pengaruh Amerika, khususnya kemampuan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memengaruhi PM Netanyahu. Ia mengatakan Ehud Olmert menyatakan, ada pertanyaan besar mengenai sejauh mana Trump dapat menggunakan pengaruhnya yang besar terhadap Netanyahu untuk memaksanya mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan yang menjamin tidak akan ada kembalinya permusuhan.

"Siapa yang dapat memahami dengan tepat apa yang diinginkan Presiden Trump?" tukas Olmert.

Meskipun demikian, Olmert menambahkan Trump memiliki kekuatan dan wewenang untuk memaksa Netanyahu mematuhi tuntutannya. "Dan ia seharusnya telah menggunakan modal politiknya terhadap Netanyahu sejak lama," kata mantan pemimpin Israel itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia