Eks PM Israel Kecam Netanyahu di Tengah Perundingan Gencatan Senjata dengan Hamas
JAKARTA, investor.id – Eks Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert mengecam pemimpin Israel Benjamin Netanyahu, di tengah kemajuan perundingan gencatan senjata dengan Hamas, menurut laporan eksklusif NDTV, Sabtu (12/7/2025).
Israel dan Hamas melanjutkan perundingan gencatan senjata dan pembebasan sandera pada Minggu (6/7/2025). Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan, perundingan lebih dekat daripada sebelumnya. Namun, Rubio juga mengakui optimisme serupa telah memudar dalam putaran perundingan sebelumnya.
Sebagai bagian dari usulan terbaru, Hamas telah setuju untuk membebaskan 10 sandera dengan imbalan masa gencatan senjata 60 hari, dengan upaya menuju gencatan senjata permanen akan terus berlanjut.
Namun, masih terdapat perbedaan pendapat yang mendalam mengenai seperti apa kesepakatan akhir nantinya. Mantan PM Israel Ehud Olmert mengomentari hal ini dengan blak-blakan. "Hamas tidak akan membebaskan semua sandera, yang merupakan satu-satunya aset yang masih mereka miliki," tukasnya, kecuali ada jaminan perang telah berakhir.
Ehud Olmert menekankan, Israel tidak akan berhenti berperang kecuali ada langkah-langkah untuk memastikan Hamas tidak lagi memegang posisi dominan di Gaza. "Masih terdapat ketidaksepakatan mengenai persyaratan akhir," tegas Olmert. Ia menambahkan, Hamas menuntut diakhirinya perang sepenuhnya dan penarikan Israel dari Gaza, sementara Israel bersikeras pada penghapusan total Hamas sebagai struktur kekuasaan.
Ia juga mempertanyakan pengaruh Amerika, khususnya kemampuan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memengaruhi PM Netanyahu. Ia mengatakan Ehud Olmert menyatakan, ada pertanyaan besar mengenai sejauh mana Trump dapat menggunakan pengaruhnya yang besar terhadap Netanyahu untuk memaksanya mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan yang menjamin tidak akan ada kembalinya permusuhan.
"Siapa yang dapat memahami dengan tepat apa yang diinginkan Presiden Trump?" tukas Olmert.
Meskipun demikian, Olmert menambahkan Trump memiliki kekuatan dan wewenang untuk memaksa Netanyahu mematuhi tuntutannya. "Dan ia seharusnya telah menggunakan modal politiknya terhadap Netanyahu sejak lama," kata mantan pemimpin Israel itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

