Jumat, 15 Mei 2026

Investigasi Kecelakaan Pesawat Air India Menguak Fakta Baru

Penulis : Grace El Dora
12 Jul 2025 | 23:16 WIB
BAGIKAN
Puing-puing pesawat Air India yang jatuh berada di atas sebuah gedung di Ahmedabad, India, Sabtu (14/6/2025). (Foto: AP/ Rafiq Maqbool)
Puing-puing pesawat Air India yang jatuh berada di atas sebuah gedung di Ahmedabad, India, Sabtu (14/6/2025). (Foto: AP/ Rafiq Maqbool)

NEW DELHI, investor.id – Investigasi kecelakaan pesawat Air India mulai menguak fakta baru. Sakelar kontrol bahan bakar untuk mesin pesawat Air India yang jatuh bulan lalu dipindahkan dari posisi "run" ke posisi "cutoff" beberapa saat sebelum jatuh, sehingga kedua mesin kekurangan bahan bakar, menurut laporan investigasi awal, Sabtu (12/7/2025).

Laporan yang dikeluarkan oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India juga mengindikasikan kedua pilot bingung dengan perubahan pengaturan sakelar, yang menyebabkan hilangnya daya dorong mesin tak lama setelah lepas landas.

Pesawat Air India yaitu Boeing 787-8 Dreamliner jatuh pada 12 Juni 2025 dan menewaskan sedikitnya 260 orang, termasuk 19 orang di darat di Ahmedabad, barat laut India. Hanya satu penumpang yang selamat dari kecelakaan tersebut, menjadi salah satu bencana penerbangan terburuk di India.

ADVERTISEMENT

Pesawat itu membawa 230 penumpang antara lain 169 warga India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan seorang warga Kanada, beserta 12 awak. Menurut laporan tersebut, penerbangan berlangsung sekitar 30 detik antara lepas landas dan jatuh.

Dikatakan, setelah pesawat mencapai kecepatan tertinggi yang tercatat, saklar pemutus bahan bakar Mesin 1 dan Mesin 2 beralih dari posisi RUN ke CUTOFF satu per satu dalam sedetik. Laporan tersebut tidak menjelaskan bagaimana sakelar tersebut bisa beralih ke posisi cutoff selama penerbangan.

Pergerakan sakelar kontrol bahan bakar memungkinkan dan memutus aliran bahan bakar ke mesin pesawat.
Sakelar-sakelar tersebut dikembalikan ke posisi run, menurut laporan tersebut, tetapi pesawat tidak dapat memperoleh tenaga cukup cepat untuk menghentikan penurunannya setelah pesawat mulai kehilangan ketinggian.

Laporan tersebut menyatakan: "Salah satu pilot mengirimkan sinyal 'MAYDAY MAYDAY MAYDAY'," tulis laporan itu, seperti dikutip Associated Press.

Pakar penerbangan dan mantan pilot maskapai Terry Tozer mengatakan, sakelar pemutus mesin yang dimatikan hanya beberapa detik setelah lepas landas itu "sangat aneh".

"Sayangnya, ketinggiannya sangat rendah sehingga mesin baru mulai pulih dan tidak punya cukup waktu," kata Tozer menurut laporan Sky News. Laporan tersebut juga menunjukkan kebingungan di kokpit beberapa saat sebelum kecelakaan.

Pada saat-saat terakhir penerbangan, seorang pilot terdengar di perekam suara kokpit bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia mematikan bahan bakar. "Pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya," jelas laporan itu.

Laporan awal tidak merekomendasikan tindakan apa pun untuk Boeing, yang dalam sebuah pernyataan menyatakan mereka siap mendukung penyelidikan yang dipimpin oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India. "Belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga dan kerabat penumpang dan awak pesawat Air India Flight 171, serta semua orang yang terdampak di Ahmedabad," tambah pernyataan itu.

Menteri Penerbangan Sipil India Kinjarapu Ram Mohan Naidu mengatakan, temuan laporan tersebut masih awal dan pihaknya tidak boleh terburu-buru mengambil simpulan. "Mari kita tunggu laporan akhir," ujar Naidu.

Air India, dalam sebuah pernyataan, mengatakan pihaknya bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang yang menyelidiki kecelakaan tersebut. "Air India bekerja sama erat dengan para pemangku kepentingan, termasuk regulator. Kami terus bekerja sama sepenuhnya dengan AAIB dan otoritas lainnya seiring perkembangan investigasi mereka," demikian pernyataan tersebut.

Kotak hitam (black box) pesawat merupakan gabungan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan. Black box ini ditemukan beberapa hari setelah kecelakaan dan kemudian diunduh di India.

Otoritas India juga telah memerintahkan pemeriksaan lebih mendalam terhadap seluruh armada Boeing 787 Dreamliner Air India untuk mencegah insiden di masa mendatang. Air India memiliki 33 Dreamliner dalam armadanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 34 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia