Trump Geram ke Powell, tapi Bantah Isu Pemecatan
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (16/7/2025), bahwa dirinya tidak berencana memecat Ketua Fed Jerome Powell. Meskipun kembali melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin bank sentral tersebut karena dinilai lamban menurunkan suku bunga. Trump juga enggan sepenuhnya menutup kemungkinan pemecatan.
Dikutip dari Reuters, komentar Trump muncul tak lama setelah laporan Bloomberg menyebut bahwa ia kemungkinan besar akan memecat Powell dalam waktu dekat. Kabar itu sempat mengguncang pasar, menyebabkan penurunan nilai saham dan dolar AS, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Trump, yang hampir setiap hari mengkritik Powell karena dianggap terlalu lambat menyesuaikan suku bunga, menyebut laporan tersebut tidak benar. Namun, ia mengakui telah membahas kemungkinan pemecatan Powell dengan anggota parlemen dari Partai Republik pada Selasa (15/7/2025).
“Saya tidak mengesampingkan apapun, tapi saya rasa itu sangat kecil kemungkinannya, kecuali dia harus pergi karena kasus penipuan,” ujar Trump.
Pernyataan itu mengacu pada kritik atas pembengkakan biaya renovasi markas besar The Fed senilai US$ 2,5 miliar. Hingga kini tidak ada bukti adanya penipuan, dan pihak The Fed telah membantah tudingan terhadap proyek tersebut.
Pasca pernyataan Trump, imbal hasil obligasi AS memangkas penurunan dan pasar saham ditutup menguat. Namun, Trump tetap mengeluhkan Powell sebagai Ketua The Fed yang ‘mengerikan’ karena mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50% sejak Desember.
Menurut Trump, kebijakan itu membebani anggaran pemerintah AS karena memicu tingginya bunga pinjaman jangka panjang.
Trump juga menyalahkan The Fed atas biaya pinjaman pemerintah yang lebih tinggi, dan terus melontarkan kritik meski baru saja menandatangani ‘Big Beautiful Bill’, undang-undang perpajakan dan belanja yang menurut analis independen akan menambah triliunan dolar ke defisit anggaran AS.
Sementara itu, Senator Partai Republik Thom Tillis, yang menentang RUU tersebut dan menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali, membela independensi The Fed. Menurutnya, menempatkan bank sentral di bawah kendali langsung presiden akan menjadi ‘kesalahan besar’.
“Ada pembicaraan soal kemungkinan memecat Ketua The Fed. Konsekuensinya bisa sangat merusak kredibilitas AS, dan jika itu terjadi, reaksi pasar bisa langsung terjadi. Kita harus menghindarinya,” kata Tillis, anggota Komite Perbankan Senat yang membawahi The Fed.
Ketika ditanya apakah pemecatan Powell akan jadi masalah, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menjawab kepada wartawan, “Setahu saya, dia (Trump) tidak berniat melakukan itu,”.
Ketua Komite Jasa Keuangan DPR AS French Hill mengatakan, kepada CNBC bahwa berdasarkan analisis Trump sendiri maupun Menteri Keuangannya, presiden tidak memiliki kewenangan hukum untuk memecat Ketua The Fed. Powell, yang ditunjuk Trump pada 2017 dan dicalonkan kembali oleh Presiden Demokrat Joe Biden pada 2021, berencana menyelesaikan masa jabatannya hingga 15 Mei 2026.
Sebuah keputusan terbaru Mahkamah Agung memperkuat interpretasi lama bahwa Ketua The Fed hanya dapat dicopot ‘karena alasan tertentu’, bukan karena perbedaan kebijakan.
Renovasi The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






