Batas Waktu Tarif Trump Mendekat, Baru Ada 8 Kesepakatan Dagang
NEW YORK, investor.id – Waktu terus berjalan menuju batas waktu tarif yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 1 Agustus 2025. Namun, baru ada 8 kesepakatan dagang baru atau kerangka kerja yang telah diumumkan sejak batas waktu terakhir pada 9 Juli 2025.
Sementara itu hingga hari ini, Jumat (1/8/2025), perundingan AS dengan banyak negara lain masih belum terselesaikan.
Pada April 2025, Trump mengumumkan tarif impor yang luas untuk barang-barang dari hampir setiap negara. Tarif tersebut mencakup peningkatan tarif "timbal balik", yang sebagian besar telah ditunda dua kali.
Jeda 90 hari pertama tampaknya ditujukan untuk menenangkan pasar global dan memberikan waktu untuk negosiasi individual. Pada suatu titik, pemerintahan Trump bahkan menetapkan target tinggi untuk mencapai 90 kesepakatan dagang dalam 90 hari.
Tiga bulan kemudian, hanya dua kesepakatan formal yang terwujud yaitu dengan Inggris dan Vietnam. Sebuah kerangka kerja dengan China juga sudah dibentuk. Pada awal Juli 2025, Trump mulai mengirimkan surat peringatan yang menyatakan tarif yang lebih tinggi akan berlaku untuk puluhan negara pada 1 Agustus 2025.
Sejak itu, lebih banyak kerangka kerja telah diumumkan, tetapi detailnya seringkali samar atau belum final.
Berikut yang kami ketahui sejauh ini, berdasarkan perjanjian yang paling baru diumumkan seperti dikutip Associated Press:
Korea Selatan
Pada 30 Juli 2025, Trump mengatakan ia mencapai kesepakatan dengan Korea Selatan (Korsel) untuk tarif 15% atas barang-barang negara itu. Otoritas Korsel juga setuju untuk membeli sumber daya energi AS senilai US$ 100 miliar dan menginvestasikan US$ 350 miliar dalam proyek-proyek yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat, yang dipilih secara pribadi oleh Trump.
Uni Eropa
Sebuah kesepakatan kerangka kerja diumumkan pada 27 Juli 2025, mengenakan tarif sebesar 15% terhadap 70% impor Eropa termasuk farmasi, semikonduktor, dan otomotif. Sisanya, sebesar 30% masih dalam tahap negosiasi.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk menghapus tarif atas barang-barang strategis. Sementara Trump menggembar-gemborkan investasi energi Uni Eropa (UE) senilai US$ 750 miliar selama tiga tahun dan tambahan US$ 600 miliar dalam bentuk komitmen politik yang tidak mengikat.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






