Kamis, 14 Mei 2026

Batas Waktu Tarif Trump Mendekat, Baru Ada 8 Kesepakatan Dagang

Penulis : Grace El Dora
1 Aug 2025 | 10:08 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan dagang di lapangan golf Trump Turnberry di Turnberry, Skotlandia, Minggu (27/7/2025). (Foto: AP/ Jacquelyn Martin)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan dagang di lapangan golf Trump Turnberry di Turnberry, Skotlandia, Minggu (27/7/2025). (Foto: AP/ Jacquelyn Martin)

Jepang

Pada 22 Juli 2025, Trump mengumumkan kesepakatan tarif sebesar 15% dengan Jepang, turun dari ancaman sebelumnya sebesar 25%. Pemerintah Jepang juga setuju untuk berinvestasi sebesar US$ 550 miliar di AS dan membuka pasar otomotif dan berasnya untuk barang-barang Amerika.

Kesepakatan ini menurunkan tarif mobil, sehingga mengurangi tekanan terhadap Toyota, Honda, dan lainnya. Namun, para pesaing AS khawatir tentang keuntungan yang tidak merata.

Filipina

ADVERTISEMENT

Setelah pertemuan pada 22 Juli 2025 dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Trump menurunkan tarif barang-barang Filipina menjadi 19%, dari rencana 20%. Sebagai imbalannya, ekspor AS ke Filipina dilaporkan akan bebas tarif. Marcos mengatakan detail lebih lanjut masih dalam pembahasan.

Indonesia

Pada 15 Juli 2025, Trump mengatakan akan menurunkan tarif impor Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Sebagai imbalannya, lebih dari 99% barang AS yang diekspor ke Indonesia akan masuk bebas bea, menurut lembar fakta Gedung Putih. Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan negosiasi akan berlanjut.

Vietnam

Pada 2 Juli 2025, Trump mengumumkan kesepakatan yang menyatakan ekspor AS ke Vietnam akan bebas bea, sementara ekspor Vietnam ke AS akan dikenakan tarif 20%, kurang dari setengah dari tarif 46% yang awalnya diusulkan.

Tarif 40% juga akan berlaku untuk barang-barang yang diangkut melalui jalur darat, terutama produk-produk China yang dialihkan melalui Vietnam.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia