Trump Sebut Kebijakan Tarif Bikin AS Kembali Hebat dan Kaya
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kebijakan tarif besar-besaran yang ia kenakan kepada negara-negara di seluruh dunia membuat negara itu kembali hebat dan kaya. Sementara itu, negara-negara mitra berlomba-lomba mencapai kesepakatan dengan AS kurang dari 24 jam sebelum batas waktu 1 Agustus 2025 waktu setempat.
"Tarif membuat Amerika HEBAT dan KAYA Kembali. SATU TAHUN YANG LALU, AMERIKA ADALAH NEGARA MATI, SEKARANG MENJADI NEGARA "TERPANAS" DI MANA PUN DI DUNIA," tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip AFP, Jumat (1/8/2025).
Sehari sebelumnya, presiden AS itu memberlakukan tarif baru untuk menghukum atau menguntungkan beberapa mitra dagang utama. Ini menjadi putaran terbaru dari tindakan besar-besaran yang telah mengguncang pasar di seluruh dunia.
Korea Selatan (Korsel) masuk di saat-saat terakhir, mengamankan kesepakatan tarif 15% untuk ekspor ke AS yang jauh di bawah 25% yang sebelumnya diancamkan Trump.
Namun, Trump juga mengumumkan tarif yang melumpuhkan sebesar 50% untuk Brasil dan pungutan sebesar 25% untuk ekspor India. Di saat yang sama, ia memperingatkan Kanada bahwa negara itu akan menghadapi dampak perdagangan karena berencana mengakui negara Palestina.
Tarif 15% untuk Korsel, sebagai sekutu keamanan utama AS, setara dengan pungutan yang ditentukan dari perjanjian perdagangan AS dengan Jepang dan Uni Eropa (UE). Ia menambahkan, pemerintah Korsel telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$ 350 miliar di AS, serta pembelian gas alam cair (LNG) atau sumber energi lainnya senilai US$ 100 miliar.
Kantor kepresidenan Seoul mengatakan tarif untuk mobil, salah satu ekspor utama Korsel, juga akan tetap di angka 15%.
Trump menghantam Brasil dengan tarif tinggi serta sanksi terhadap hakim yang mengawasi persidangan sekutu sayap kanannya, Jair Bolsonaro, yang dituduh melakukan kudeta di negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut.
Namun, ia menunda penerapannya dari Jumat hingga 6 Agustus 2025. Kemudian yang terpenting adalah membebaskan banyak produk dari pungutan yang sangat tinggi tersebut, termasuk jus jeruk, pesawat sipil, bijih besi, dan beberapa produk energi.
Ia mengancam akan menggunakan kekuatan ekonomi AS untuk menghukum Brasil, khususnya Hakim Agung Alexandre de Moraes, atas apa yang ia sebut sebagai "perburuan penyihir" terhadap mantan presiden Bolsonaro.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan ia akan membela kedaulatan rakyat Brasil dalam menghadapi langkah-langkah yang diumumkan oleh presiden AS.
Di antara pengumuman terbaru Trump adalah bea masuk sebesar 25% untuk barang-barang India yang akan dimulai Jumat (1/8/2025) sedikit lebih rendah dari yang diancamkan sebelumnya, setelah perundingan antara AS dan India gagal mencapai pakta perdagangan.
India juga akan menghadapi dend yang tidak disebutkan jumlahnya atas pembelian senjata dan energi Rusia, kata Trump. "Saya tidak peduli apa yang India lakukan terhadap Rusia. Mereka bisa bersama-sama menghancurkan ekonomi mereka yang mati, saya tidak peduli," tulis Trump di platform Truth Social.
Baca Juga:
Tarif 19%, Aman atau Merugikan?"Kami hanya berbisnis sedikit dengan India, tarif mereka terlalu tinggi, termasuk yang tertinggi di dunia," tambahnya.
Hubungan dagang Kanada dengan AS juga terancam setelah Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada September 2025.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






