Jumat, 15 Mei 2026

Investor Lihat Sedikit Keuntungan Saat Badai Tarif Hantam Pasar Global

Penulis : Grace El Dora
2 Aug 2025 | 09:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street. (Foto: AP)
Ilustrasi Wall Street. (Foto: AP)

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company merosot 1,7%, sementara saham pemasoknya, Tokyo Electron, anjlok 18% setelah perusahaan memangkas proyeksi labanya seperlima.

Saham-saham teknologi di seluruh dunia juga terdampak, dengan indeks teknologi Eropa turun 2,3%. Saham pemasok peralatan pembuat chip komputer terbesar di dunia, ASML, turun 2,7%. Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 2,2%, melemah dari rekor tertinggi.

Sektor ini mengabaikan pendapatan Apple yang lebih baik dari perkiraan dan justru berfokus pada peringatan dari CEO Tim Cook bahwa tarif AS akan menambah biaya sebesar US$ 1,1 miliar selama periode tersebut.

"Kami khawatir tentang perusahaan elektronik konsumen ... di mana pun yang menghadapi barang elektronik konsumen skala besar, baik itu PC, konsol, atau ponsel pintar, di area-area itulah kami sedikit lebih khawatir tentang tarif," kata Ben Barringer yang adalah analis teknologi global di Quilter.

ADVERTISEMENT

Hasil yang lebih lemah dari perkiraan dari unit komputasi awan Amazon.com menambah kesuraman.

Hanya dalam dua minggu terakhir pada Juli 2025, perusahaan-perusahaan global telah melaporkan kerugian gabungan sebesar US$ 10,8 miliar hingga US$ 12 miliar akibat tarif. Sektor otomotif, kedirgantaraan, dan farmasi termasuk yang paling terdampak.

Tingkat tarif rata-rata berkisar antara 2,5% hingga 15,3%, kata kepala investasi untuk Asia di BNP Paribas Wealth Management Prashant Bhayani.

"Itu perubahan yang tajam. Tetapi jika semua orang dikenakan tarif, masalahnya lebih pada tingkat relatifnya, karena hal itu memengaruhi berapa banyak yang Anda dapatkan, dan mungkin relatif terhadap pesaing Anda," tuturnya.

Tarif terbaru juga mengguncang pasar valuta asing, dengan franc Swiss mencapai titik terendah dalam enam minggu terhadap dolar AS, setelah Trump menetapkan tarif 39% untuk impor Swiss, salah satu tarif tertinggi dalam pengaturan ulang perdagangan globalnya.

Won Korea Selatan melemah melewati 1.400 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 19 Mei 2025 dan dolar Taiwan menembus 30 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak 4 Juni 2026.

Sebagian besar mata uang memulihkan kerugian mereka setelah dolar AS melemah secara luas akibat data yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat jauh lebih besar dari yang diperkirakan pada Juli 2025. Tetapi bahkan setelah batas waktu tarif, beberapa pelaku pasar mengatakan mereka memperkirakan kesepakatan akan tetap berubah.

"Sangat menggoda untuk berpikir bahwa sebagian besar ketidakpastian tarif telah berlalu, tetapi kami tetap berhati-hati. Kesepakatan masih jauh dari final. Kerangka kerja kesepakatan yang dicapai sejauh ini sangat samar detailnya, dan dalam beberapa kasus, AS memiliki interpretasi yang berbeda dari pihak lain," kata kepala riset Asia Pasifik di Societe Generale Wei Yao.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia