Jumat, 15 Mei 2026

India Tepis Kritik AS dan UE Soal Beli Minyak Rusia

Penulis : Grace El Dora
5 Aug 2025 | 17:56 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: Antara/AA)
Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: Antara/AA)

ANKARA, investor.id – Pemerintah India menepis kritik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) soal pembelian minyak Rusia. Otoritas India menegaskan pihaknya akan menjaga kepentingan nasionalnya dan tidak banyak membahas perdagangan berkelanjutannya dengan Rusia.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap produk India, sambil menuduh negara terpadat di dunia itu mengambil keuntungan dari penjualan kembali minyak Rusia.

Kementerian Luar Negeri India membela posisinya dengan mengatakan, negaranya mulai mengimpor minyak dari Rusia karena pasokan tradisional telah dialihkan ke Eropa setelah pecahnya konflik di Ukraina.

ADVERTISEMENT

“Amerika Serikat pada saat itu secara aktif mendorong impor seperti itu oleh India untuk memperkuat stabilitas pasar energi global,” ungkap kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu, Selasa (5/8/2025). Pernyataan ini dilontarkannya menyusul pengenaan tarif tinggi AS sebesar 25% terhadap barang-barang India, yang di luar dugaan.

Kementerian tersebut menambahkan, pembelian minyak Rusia oleh India dimaksudkan untuk memastikan biaya energi yang dapat diprediksi dan terjangkau bagi konsumen India. Ini merupakan keharusan yang didorong oleh situasi pasar global.

Pernyataan itu juga menyoroti apa yang mereka sebut mengungkap hipokrisi negara-negara yang mengritik India, dengan menyebut sebagian dari mereka masih terus berdagang dengan Rusia. “Tidak seperti kasus kami, perdagangan mereka bahkan bukan karena kebutuhan vital nasional,” catat kementerian tersebut.

Mengutip data resmi pemerintah India, tahun lalu UE melakukan perdagangan barang bilateral dengan Rusia senilai 67,5 miliar euro, sementara AS masih terus mengimpor uranium heksafluorida dari Rusia untuk industri nuklirnya, serta paladium untuk industri kendaraan listrik, pupuk, dan bahan kimia Negeri Paman Sam tersebut.

“Penargetan terhadap India adalah tindakan yang tidak adil dan tidak masuk akal,” kata Kementerian Luar Negeri India.

“Seperti negara ekonomi besar lainnya, India akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonominya,” lanjut kementerian tersebut. Tahun lalu, minyak Rusia menyumbang sekitar 35% hingga 40% dari total impor minyak India.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia