Iran Sebut Negosiasi Nuklir dengan AS Tergantung Kepentingan Nasional
ISTANBUL, investor.id – Keputusan Iran untuk melanjutkan pembicaraan tentang program nuklir dengan Amerika Serikat (AS) akan tergantung pada kepentingan nasional negara itu, tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
"Apakah pembicaraan akan dilanjutkan atau tidak, itu tergantung sepenuhnya pada kebutuhan kepentingan nasional," jelas Araghchi seperti dikutip Anadolu, Kamis (7/8/2025).
Araghchi mengatakan, pemerintah Iran telah menerima pesan dari AS mengenai dimulainya kembali negosiasi. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang kunjungan yang direncanakan oleh delegasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke Iran.
Menlu Iran menggarisbawahi perlunya memulai fase baru dalam hubungan Iran dengan badan tersebut, mengingat perkembangan saat ini.
Araghchi menegaskan, kunjungan delegasi IAEA tidak termasuk inspeksi fasilitas nuklir.
Dia juga menekankan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran adalah badan yang berwenang untuk membuat keputusan mengenai masa depan negosiasi nuklir, sementara Kementerian Luar Negeri bertanggung jawab untuk menerapkan keputusan tersebut.
Pada 2 Juli 2025, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan penangguhan kerja sama dengan IAEA karena bias mengenai arsip nuklir Iran.
Sepekan sebelumnya, parlemen Iran mengeluarkan undang-undang untuk menangguhkan kerja sama dengan Badan itu di tengah meningkatnya ketegangan atas penanganan program nuklir Iran dan setelah serangan Israel-Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran.
Pada 13 Juni 2025, pemerintah Israel dengan dukungan AS meluncurkan serangan 12 hari terhadap Iran yang menargetkan situs militer dan nuklir, infrastruktur sipil dan melibatkan pembunuhan para pemimpin militer dan ilmuwan nuklir.
Pemerintah Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer dan intelijen Israel dengan rudal dan drone balistik. Pada 22 Juni 2025, pihak AS menyerang fasilitas Iran dan mengeklaim telah mengakhiri program nuklir negara tersebut.
Sebagai tanggapan, Iran membom pangkalan udara AS di Qatar, Al Udeid.
Dua hari kemudian pada 24 Juni 2025, pemerintah AS mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran. Israel dan AS menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menyatakan programnya dimaksudkan untuk tujuan damai, termasuk pembangkit listrik.
Sebelum agresi Israel di Iran, otoritas Iran dan AS telah terlibat dalam beberapa putaran negosiasi tidak langsung mengenai program nuklir Iran.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






