Jumat, 15 Mei 2026

Imbas Tarif Trump, India Mulai Boikot Produk AS

Penulis : Grace El Dora
14 Aug 2025 | 16:34 WIB
BAGIKAN
Pakaian sulaman keras buatan tangan impor dari India dipajang di Sona Chaandi, salah satu butik India pertama di "Little India" di Artesia, California, AS Kamis (7/8/2025). (Foto: AP/ Damian Dovarganes)
Pakaian sulaman keras buatan tangan impor dari India dipajang di Sona Chaandi, salah satu butik India pertama di "Little India" di Artesia, California, AS Kamis (7/8/2025). (Foto: AP/ Damian Dovarganes)

Adapun perusahaan ritel India memberikan persaingan yang ketat bagi merek asing seperti Starbucks di pasar domestik, tetapi merambah pasar global merupakan tantangan tersendiri.

Namun, perusahaan jasa teknik informasi (IT) India telah mengakar kuat dalam ekonomi global. Perusahaan seperti TCS dan Infosys menyediakan solusi perangkat lunak bagi klien di seluruh dunia.

Pada akhir pekan lalu, PM Modi menyampaikan imbauan khusus untuk menjadi mandiri. "Perusahaan teknologi India membuat produk untuk dunia, tetapi sekaranglah saatnya bagi kita untuk lebih memprioritaskan kebutuhan India," katanya dalam sebuah pertemuan di Bengaluru.

ADVERTISEMENT

Dia tidak menyebutkan nama perusahaan mana pun.

Bahkan di tengah protes anti-Amerika yang memanas, Tesla meluncurkan ruang pamer keduanya di India di New Delhi, dengan pembukaan pada Senin (11/8/2025) dihadiri oleh pejabat kementerian perdagangan India dan pejabat kedutaan AS.

Kelompok Swadeshi Jagran Manch, yang berafiliasi dengan Partai Bharatiya Janata pimpinan Modi, menggelar demonstrasi publik kecil-kecilan di seluruh India pada Minggu. Pihaknya mendesak masyarakat untuk memboikot merek-merek AS.

"Orang-orang sekarang melirik produk-produk India. Butuh waktu untuk membuahkan hasil. Ini adalah seruan untuk nasionalisme dan patriotisme," ujar Ashwani Mahajan, salah satu koordinator kelompok tersebut, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/8/2025).

Ia juga membagikan tabel yang disebarkan kelompoknya di WhatsApp berisi daftar merek sabun mandi, pasta gigi, dan minuman dingin India yang dapat dipilih masyarakat daripada merek asing. Di media sosial, salah satu kampanye kelompok tersebut adalah grafis berjudul "Boikot jaringan makanan asing", dengan logo McDonald's dan banyak merek restoran lainnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia