Jumat, 15 Mei 2026

Investor China Incar Pasar Indonesia untuk Hindari Tarif AS

Penulis : Grace El Dora
14 Aug 2025 | 23:34 WIB
BAGIKAN
Sebuah derek menurunkan kontainer pengiriman dari truk di Terminal Peti Kemas IPC di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: AP)
Sebuah derek menurunkan kontainer pengiriman dari truk di Terminal Peti Kemas IPC di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: AP)

JAKARTA, investor.id – Gao Xiaoyu, pendiri perusahaan konsultan lahan industri di Jakarta, dibanjiri panggilan telepon dari investor perusahaan China yang ingin berekspansi atau mendirikan operasi di Indonesia. Mereka berusaha melindungi diri dari tarif impor Amerika Serikat (AS) yang tinggi, lapor Reuters, Kamis (14/8/2025).

Tarif tarif AS sebesar 19% untuk barang-barang dari Indonesia sama dengan tarif untuk Malaysia, Filipina, dan Thailand, dan sedikit di bawah tarif Vietnam sebesar 20%. Tarif AS atas China saat ini melebihi 30%.

Namun Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara terpadat keempat di dunia, memiliki keunggulan dibandingkan negara-negara tetangganya. Potensi pasar konsumennya juga luas.

ADVERTISEMENT

"Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi hingga malam. Kawasan industri juga sangat ramai," kata Gao, yang mendirikan perusahaannya PT Yard Zeal Indonesia pada 2021 dengan empat karyawan dan sekarang memiliki lebih dari 40 karyawan.

Perekonomian Indonesia tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 5,12% pada kuartal II-2025, laju tercepat dalam dua tahun, menurut data pemerintah pekan lalu.

"Jika Anda dapat membangun kehadiran bisnis yang kuat di Indonesia, pada dasarnya Anda telah menguasai separuh pasar Asia Tenggara," kata Zhang Chao, produsen China yang menjual lampu depan sepeda motor di Indonesia, pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia.

Vietnam dan Thailand merupakan salah satu negara yang paling diuntungkan dari gelombang pertama diversifikasi luar negeri perusahaan China, tetapi di tengah gejolak perdagangan terbaru dengan AS, negara-negara tetangga dekat lainnya juga merasakan manfaatnya.

"Selalu ada sinergi ... dengan perusahaan-perusahaan China yang memiliki keyakinan untuk mendirikan usaha dengan mudah di Indonesia. Indonesia memiliki kumpulan talenta yang besar dengan demografi muda yang dinamis yang mendorong investor asing untuk segera membangun skala di negara ini," kata Mira Arifin selaku Country Head Bank of America untuk Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto telah memperjuangkan hubungan dengan China, mengunjungi Beijing pada November 2024. Di sana, ia mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping dan menyambut Perdana Menteri China Li Qiang di Jakarta pada Mei 2025.

Investasi dari China dan Hong Kong ke Indonesia naik 6,5% secara tahun ke tahun (YoY) menjadi US$ 8,2 miliar (Rp 132,7 triliun) pada semester I-2025. Total investasi asing langsung (FDI) tumbuh 2,58% selama periode yang sama menjadi Rp 432,6 triliun, sementara pemerintah telah menyatakan akan ada lebih banyak investasi pada paruh kedua tahun ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia