Investor China Incar Pasar Indonesia untuk Hindari Tarif AS
Pasar Konsumen yang Besar
Jelasnya, tantangan masih ada di seluruh Indonesia termasuk hambatan regulasi, birokrasi yang berbelit-belit, pembatasan kepemilikan, infrastruktur yang kurang memadai, dan kurangnya rantai pasokan industri yang lengkap yang menjadikan China sebagai "bengkel dunia" selama beberapa dekade, lapor Reuters, Kamis (14/8/2025).
Beberapa investor asing juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang kehati-hatian fiskal Prabowo yang populis, seiring ia terus menepati janji kampanyenya. Ini termasuk program unggulan untuk membagikan makanan gratis kepada anak sekolah dan ibu hamil.
Setelah jatuh pada Maret 2025 ke level terendah terhadap dolar AS sejak Juni 1998, mata uang rupiah telah stabil. Saat ini, rupiah diperdagangkan sekitar 1% di bawah levelnya pada akhir tahun lalu.
Di kawasan industri Subang yang luas, seluas lebih dari 2.700 hektare Jawa Barat, para eksekutif mengatakan kawasan tersebut telah dibanjiri pertanyaan dari investor China.
"Telepon, surel, dan WeChat kami langsung sibuk dengan pelanggan baru, agen yang ingin memperkenalkan klien," setelah kesepakatan perdagangan AS-Indonesia diumumkan bulan lalu, kata Abednego Purnomo selaku wakil presiden penjualan, pemasaran, dan hubungan penyewa Suryacipta Swadaya, operator Subang Smartpolitan.
Baca Juga:
Eksportir Kopi Tak Gentar Tarif 19% AS"Kebetulan, semuanya dari China," tukasnya.
Berbagai perusahaan, mulai dari produsen mainan dan tekstil hingga produsen kendaraan listrik (electric vehicle/ EV), sedang mencari fasilitas, terutama di Jawa Barat, provinsi terpadat di Indonesia, yang merupakan lokasi pelabuhan laut dalam Patimban.
Permintaan dari China telah mendorong kenaikan harga properti industri dan gudang sebesar 15% hingga 25% secara YoY pada kuartal I-2025, kenaikan tercepat dalam 20 tahun, menurut Gao dari perusahaan konsultan pertanahan tersebut.
Rivan Munansa, kepala layanan industri dan logistik di divisi konsultan properti global Colliers International di Indonesia, mengatakan terdapat urgensi di antara perusahaan-perusahaan China untuk pindah. Perusahaan tersebut menerima permintaan lahan industri "hampir setiap hari" menjelang perjanjian tarif.
"Kebanyakan dari mereka (perusahaan China) mencari peluang langsung. Jadi, mereka menginginkan lahan dan bangunan sementara yang dapat segera digunakan; ini seperti program kilat," ungkap Rivan.
Zhang mengatakan ia telah memesan gedung perkantoran empat lantai baru di Jakarta pada Mei 2025, dengan harga sewa tahunan sebesar 100.000 yuan (US$ 13.936), naik 43% dari tahun lalu, yang menggarisbawahi tingginya permintaan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






