Dubes Federasi Rusia Sebut Kemungkinan Bebaskan Bea Impor untuk 90% Barang
JAKARTA, investor.id – Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyebut kemungkinan membebaskan bea impor untuk hampir semua barang dagang. Tolchenov menyampaikan, kesepakatan perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA) berpotensi membebaskan pajak dan tarif impor bagi 90% dari keseluruhan produk kedua belah pihak.
Menurut Dubes Tolchenov, saat negosiasi I-EAEU FTA masih berlangsung pada Mei hingga Juni 2025 Indonesia dan EAEU telah berhasil menyepakati pembebasan pajak untuk lebih dari 80 persen barang Indonesia yang diekspor ke negara EAEU maupun sebaliknya.
“Namun kemudian, saya dengar lagi para negosiator berhasil mencapai angka yang lebih tinggi, mendekati 90%,” ucap Tolchenov dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Mengingat negosiasi perdagangan bebas antara Indonesia dan lima anggota EAEU yang berlangsung hingga tahap terakhirnya selama ini berlangsung lancar, ia optimis kesepakatannya dapat diteken pada akhir 2025.
Ia juga menyatakan, cakupan final pembebasan pajak maupun kemudahan perdagangan yang termaktub dalam I-EAEU FTA baru akan diketahui ketika diumumkan pejabat Indonesia dan EAEU menjelang penandatanganan kesepakatan dagang tersebut.
Diketahui, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono memastikan I-EAEU FTA dapat ditandatangani pada akhir tahun ini di bawah kepemimpinan Belarus sebagai Ketua EAEU tahun ini. “Belarus mendukung peluncuran Indonesia-EAEU FTA yang ditargetkan dapat diteken pada KTT EAEU di St. Petersburg pada Desember ini,” tutur Menlu Sugiono pada 5 Agustus 2025 lalu.
Sedangkan pada Juni 2025, Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menyampaikan perundingan I-EAEU FTA telah menunjukkan kemajuan pesat sehingga bisa ditarget tuntas sepenuhnya pada 2025.
Adapun perundingan I-EAEU FTA diluncurkan pada 5 Desember 2022 dengan putaran ke-5 telah dilaksanakan pada Juli 2024 di Malang, Jawa Timur. Negosiasi substansial kesepakatan dagang tersebut dinyatakan selesai pada Juni 2025.
Menurut Mendag Budi, I-EAEU FTA akan membuka akses bagi produk unggulan RI ke pasar yang besar di negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia. Selain mendiversifikasi pasar ekspor Indonesia dan menjadi tujuan alternatif bagi produk yang terdampak kebijakan tarif AS, perjanjian tersebut akan fokus pada produk manufaktur padat karya, pertanian, dan perikanan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler


