Sabtu, 4 April 2026

Zelensky Tekankan Rusia Hentikan Perang atau Hadapi Senjata AI Berbahaya

Penulis : Grace El Dora
25 Sep 2025 | 20:46 WIB
BAGIKAN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato pada sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (24/9/2025) di markas besar PBB. (Foto: AP/ Yuki Iwamura)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato pada sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (24/9/2025) di markas besar PBB. (Foto: AP/ Yuki Iwamura)

NEW YORK, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan dunia untuk segera menghentikan perang Rusia di negaranya. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (24/9/2025), Zelensky memperingatkan konflik yang sedang berlangsung berpotensi memicu perlombaan senjata paling berbahaya dalam sejarah modern.

Zelensky menegaskan perlunya aturan global untuk membatasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dalam persenjataan. Ia mencontohkan perkembangan pesat teknologi drone di Ukraina, sekaligus menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha memperluas agresinya ke luar Ukraina.

“Menghentikan Rusia sekarang jauh lebih murah dibanding membayangkan siapa yang pertama menciptakan drone sederhana dengan hulu ledak nuklir,” sebut Zelensky di hadapan 193 negara anggota PBB seperti dikutip Reuters pada Kamis (25/9/2025).

Advertisement

Pertemuan dengan Trump dan Respons AS

Pidato Zelensky disampaikan hanya sehari setelah ia bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di New York. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan keyakinannya soal Ukraina dapat merebut kembali seluruh wilayah yang diduduki Rusia. Kemungkinan ini dianggap akan menjadi kejutan besar di medan perang.

Tak hanya itu, Trump juga mendukung gagasan untuk menembak jatuh jet tempur Rusia yang melanggar wilayah udara aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Terlepas dari pernyataan Trump, dukungan nyata dari pemerintah AS terhadap Ukraina masih dipertanyakan. Trump hingga kini belum memberlakukan sanksi kuat tambahan terhadap Rusia maupun menyediakan bantuan militer baru selain penjualan senjata.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di New York untuk pertemuan tertutup selama 50 menit. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan, Trump mulai “sangat tidak sabar” karena Rusia dianggap tidak serius dalam bernegosiasi untuk mengakhiri perang.

Ukraina Siap Ekspor Senjata

Dalam pidatonya, Zelensky juga mengumumkan keputusan Ukraina untuk mulai mengekspor senjata kepada sekutu sebagai bagian dari strategi memperkuat hubungan dengan mitra internasional.

“Kita siap berbagi apa yang sudah teruji di medan perang. Senjata modern kami dapat menjadi jaminan keamanan modern bagi Anda,” tukasnya.

Sebelumnya Ukraina membatasi ekspor produk militer untuk mencegah jatuh ke tangan musuh. Namun aturan itu kini mulai dilonggarkan, kata Zelensky, selama kebutuhan domestik tetap terpenuhi.

Ancaman Meluasnya Perang

Lebih lanjut Zelensky menegaskan, invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun setengah di Ukraina adalah konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Ia memperingatkan, Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menguji batasan baru dengan operasi militer yang melibatkan drone dan jet tempur di wilayah udara negara-negara anggota NATO seperti Polandia dan Estonia.

“Sekarang drone Rusia sudah terbang di atas Eropa. Operasi Rusia meluas ke berbagai negara. Putin ingin melanjutkan perang ini dengan memperluasnya, dan saat ini tak ada satu pun yang benar-benar aman,” tegas Zelensky.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 10 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 19 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 56 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia