Zelensky Tekankan Rusia Hentikan Perang atau Hadapi Senjata AI Berbahaya
NEW YORK, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan dunia untuk segera menghentikan perang Rusia di negaranya. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (24/9/2025), Zelensky memperingatkan konflik yang sedang berlangsung berpotensi memicu perlombaan senjata paling berbahaya dalam sejarah modern.
Zelensky menegaskan perlunya aturan global untuk membatasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dalam persenjataan. Ia mencontohkan perkembangan pesat teknologi drone di Ukraina, sekaligus menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha memperluas agresinya ke luar Ukraina.
“Menghentikan Rusia sekarang jauh lebih murah dibanding membayangkan siapa yang pertama menciptakan drone sederhana dengan hulu ledak nuklir,” sebut Zelensky di hadapan 193 negara anggota PBB seperti dikutip Reuters pada Kamis (25/9/2025).
Pertemuan dengan Trump dan Respons AS
Pidato Zelensky disampaikan hanya sehari setelah ia bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di New York. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan keyakinannya soal Ukraina dapat merebut kembali seluruh wilayah yang diduduki Rusia. Kemungkinan ini dianggap akan menjadi kejutan besar di medan perang.
Tak hanya itu, Trump juga mendukung gagasan untuk menembak jatuh jet tempur Rusia yang melanggar wilayah udara aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Terlepas dari pernyataan Trump, dukungan nyata dari pemerintah AS terhadap Ukraina masih dipertanyakan. Trump hingga kini belum memberlakukan sanksi kuat tambahan terhadap Rusia maupun menyediakan bantuan militer baru selain penjualan senjata.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di New York untuk pertemuan tertutup selama 50 menit. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan, Trump mulai “sangat tidak sabar” karena Rusia dianggap tidak serius dalam bernegosiasi untuk mengakhiri perang.
Ukraina Siap Ekspor Senjata
Dalam pidatonya, Zelensky juga mengumumkan keputusan Ukraina untuk mulai mengekspor senjata kepada sekutu sebagai bagian dari strategi memperkuat hubungan dengan mitra internasional.
“Kita siap berbagi apa yang sudah teruji di medan perang. Senjata modern kami dapat menjadi jaminan keamanan modern bagi Anda,” tukasnya.
Sebelumnya Ukraina membatasi ekspor produk militer untuk mencegah jatuh ke tangan musuh. Namun aturan itu kini mulai dilonggarkan, kata Zelensky, selama kebutuhan domestik tetap terpenuhi.
Ancaman Meluasnya Perang
Lebih lanjut Zelensky menegaskan, invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun setengah di Ukraina adalah konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Ia memperingatkan, Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menguji batasan baru dengan operasi militer yang melibatkan drone dan jet tempur di wilayah udara negara-negara anggota NATO seperti Polandia dan Estonia.
“Sekarang drone Rusia sudah terbang di atas Eropa. Operasi Rusia meluas ke berbagai negara. Putin ingin melanjutkan perang ini dengan memperluasnya, dan saat ini tak ada satu pun yang benar-benar aman,” tegas Zelensky.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




