Putin Tolak Kolonialisme Teknologi
MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya menolak bentuk apa pun dari “kolonialisme teknologi” dalam pengembangan energi nuklir damai. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato di Global Atomic Forum atau Forum Atom Global di Moskow, yang dihadiri para kepala negara, pemimpin organisasi internasional, dan kalangan industri nuklir dari berbagai negara.
Global Atomic Forum tahun ini juga bertepatan dengan peringatan ke-80 industri nuklir nasional Rusia dan Hari Pekerja Industri Nuklir yang diperingati setiap 28 September. Putin mengingatkan bahwa keputusan pertama mengembangkan energi nuklir di Uni Soviet diambil pada 28 September 1942, di tengah berkecamuknya Pertempuran Stalingrad.
Dalam kesempatan itu, Putin menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk membahas masa kini dan masa depan industri nuklir, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi hijau dan pesatnya perkembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa energi nuklir damai makin diakui sebagai sumber energi ramah lingkungan yang mampu memberikan pasokan listrik stabil di era konsumsi data global yang melonjak.
Dalam pidatonya, Putin menyatakan Rusia bangga menjadi satu-satunya negara yang memiliki keahlian di seluruh rantai teknologi tenaga nuklir. Namun, berbeda dengan praktik negara-negara maju yang kerap membuat mitra bergantung secara jangka panjang, Rusia justru mendorong pembangunan industri nuklir nasional yang mandiri di negara-negara mitra.
“Kami menolak kolonialisme teknologi dan tidak membuat mitra kami bergantung pada solusi teknis Rusia. Sebaliknya, kami membantu mereka membangun industri nuklir nasional yang mandiri, termasuk pelatihan tenaga kerja, pembentukan pusat keahlian, serta dukungan operasional dan pengelolaan bahan bakar,” ujar Putin, dikutip dari pidatonya yang disampaikan pada Kamis (25/09/2025).
Ia menambahkan, pendekatan ini bukan hanya soal transfer teknologi, tetapi juga mencakup berbagi pengetahuan di bidang kedokteran nuklir, sistem digital, transportasi listrik, dan bahan inovatif. Menurutnya, hal itu akan membantu negara mitra melakukan lompatan perkembangan, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Selatan dan Timur
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





