Minggu, 21 Juni 2026

Qatar: Harga Minyak Dunia Bisa Tembus US$ 150 per Barel dalam 3 Minggu

Penulis : Grace El Dora
6 Mar 2026 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Dua perahu layar tradisional berlayar melewati kapal kontainer besar di Selat Hormuz. (Foto: AP/ Jon Gambrell)
Dua perahu layar tradisional berlayar melewati kapal kontainer besar di Selat Hormuz. (Foto: AP/ Jon Gambrell)

DOHA, investor.id – Dunia kini menghadapi ancaman krisis energi yang serius. Menteri Energi Qatar memberikan peringatan keras bahwa seluruh produsen energi di Timur Tengah berpotensi menghentikan ekspor dalam hitungan minggu jika konflik antara AS-Israel dan Iran terus berlanjut. Kondisi ini diprediksi akan meroketkan harga minyak hingga US$ 150 per barel.

Hingga Jumat (6/3/2026), saat perang memasuki hari ketujuh, harga minyak mentah Brent telah melonjak 2,53% ke level US$ 87,57 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh lumpuhnya Selat Hormuz, jalur krusial yang dilewati hampir 20% ekspor minyak dan gas global.

Ancaman "Force Majeure" Massal

Menteri Energi Qatar sekaligus CEO QatarEnergy Saad al-Kaabi menyatakan harga minyak bisa menyentuh angka US$ 150 dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Hal ini dapat terjadi jika kapal tanker tetap tidak bisa melintasi jalur perairan antara Oman dan Iran tersebut, seperti dikutip Financial Times, Jumat.

ADVERTISEMENT

Qatar sendiri, yang menyuplai hampir 20% kebutuhan gas alam cair (LNG) dunia, telah menghentikan produksinya sejak Senin (2/3/2026) menyusul serangan militer Iran terhadap fasilitas operasional mereka di Ras Laffan dan Mesaieed Industrial City.

"Semua eksportir di wilayah Teluk kemungkinan besar akan menyatakan status force majeure (keadaan darurat) dalam beberapa hari ke depan jika situasi ini berlanjut," ujar Kaabi.

Ia menambahkan, dampak perang ini akan memukul pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global, memicu kelangkaan produk, dan menciptakan efek domino pada pabrik-pabrik di seluruh dunia.

Respons India dan Kebijakan Darurat AS

Di tengah kepanikan pasar global, pemerintah India menyatakan cadangan minyak dan gas mereka masih dalam posisi aman. Refiner-refiner domestik telah diminta untuk menggenjot produksi guna menutupi kekurangan pasokan dari Selat Hormuz.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengambil langkah taktis dengan memberikan dispensasi (waiver) selama 30 hari kepada India untuk membeli minyak dari Rusia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan, langkah ini bersifat jangka pendek dan hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada di laut (stranded at sea). "Langkah ini bertujuan agar minyak tetap mengalir ke pasar global tanpa memberikan keuntungan finansial signifikan bagi pemerintah Rusia," tegas Bessent.

Pentingnya Stabilitas Energi di Teluk Persia

Kawasan Teluk Persia, khususnya Selat Hormuz, telah lama menjadi jantung pertahanan energi dunia. Ketegangan yang terjadi saat ini merupakan eskalasi militer paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir, yang melibatkan kekuatan besar dunia.

Penghentian produksi oleh QatarEnergy menandai titik kritis, mengingat peran Qatar sebagai salah satu eksportir LNG terbesar di planet ini.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali terjadi gangguan di Selat Hormuz, ekonomi global akan mengalami guncangan hebat akibat ketergantungan industri manufaktur dan transportasi pada pasokan energi fosil dari wilayah ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 48 detik yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia