Minggu, 21 Juni 2026

JPMorgan Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$ 150

Penulis : Grace El Dora
31 Mar 2026 | 17:38 WIB
BAGIKAN
Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam di Oman, saat konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab pada 11 Maret 2026. (Foto: Stringer)
Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam di Oman, saat konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab pada 11 Maret 2026. (Foto: Stringer)

MOSKOW, investor.id – Raksasa perbankan investasi dunia JPMorgan memberikan peringatan keras terkait masa depan stabilitas energi global. Kepala Ekonom JPMorgan Bruce Kasman memroyeksikan harga minyak mentah dunia bisa melonjak hingga ke level US$ 150 per barel jika penutupan Selat Hormuz berlanjut hingga satu bulan ke depan.

"Skenario di mana selat tersebut tetap tertutup selama satu bulan tambahan akan mendorong harga minyak menuju US$ 150 per barel. Hal ini juga akan memicu pembatasan pasokan energi bagi konsumen industri," ujar Kasman sebagaimana dikutip Sputnik, Selasa (31/3/2026).

Kenaikan harga ini merupakan imbas langsung dari ketegangan geopolitik yang meletus sejak 28 Februari 2026, saat Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai melancarkan serangan udara ke berbagai target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan jatuhnya korban sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Eskalasi ini telah mengubah kawasan tersebut menjadi zona perang aktif yang sangat berisiko bagi jalur perdagangan internasional.

ADVERTISEMENT

Jalur Energi Dunia Terhenti Total

Akibat konflik tersebut, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz praktis terhenti total. Padahal, selat ini merupakan jalur paling krusial di dunia untuk pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Lumpuhnya jalur "nadi" energi ini telah memicu efek domino berupa lonjakan harga bahan bakar di hampir seluruh negara di dunia. Jika prediksi JPMorgan menjadi kenyataan, krisis energi global dikhawatirkan akan memicu inflasi tinggi yang dapat melumpuhkan sektor industri dan transportasi di berbagai belahan dunia.

Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Secara geopolitik dan ekonomi, selat ini dianggap sebagai titik sumbat (chokepoint) energi paling vital di dunia. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak bumi dunia melewati jalur ini setiap harinya.

Keunikan Selat Hormuz terletak pada posisinya; hampir seluruh ekspor minyak dari produsen raksasa seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar harus melewati jalur sempit ini sebelum mencapai konsumen di Asia, Eropa, dan Amerika. Selain minyak, jalur ini juga menjadi rute utama bagi pasokan LNG dari Qatar.

Ketegangan yang memuncak sejak akhir Februari 2026 ini bukan hanya sekadar konflik militer regional, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan energi global.

Penutupan selat ini, baik karena blokade militer maupun risiko keamanan bagi kapal tanker, secara otomatis akan memotong pasokan global secara drastis, yang dalam sejarahnya selalu berujung pada lonjakan harga minyak secara ekstrem dan krisis ekonomi dunia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia