AS Resmi Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Tampak Melandai
Gencatan Senjata di Ambang Kehancuran
Ketegangan ini menempatkan gencatan senjata yang telah berlangsung selama enam minggu dalam posisi kritis. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan blokade akan ditegakkan secara imparsial terhadap semua negara yang keluar-masuk pelabuhan Iran, namun tetap mengizinkan transit netral ke destinasi non-Iran.
Di sisi lain, konflik di Lebanon semakin memanas. Israel terus membombardir wilayah selatan Lebanon untuk merebut kota-kota strategis dari kelompok Hizbullah. Israel dan AS berargumen operasi militer terhadap Hizbullah tidak termasuk dalam poin-poin gencatan senjata, sebuah klaim yang ditolak mentah-mentah oleh Iran.
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang paling krusial. Terletak di antara Oman dan Iran, selat sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sebelum konflik pecah pada Februari 2026, hampir seperlima dari total pasokan minyak dan gas dunia melintasi jalur ini setiap harinya.
Krisis ini bermula ketika serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran memicu pembalasan berupa penutupan selat oleh Teheran. Secara historis, setiap gangguan di Selat Hormuz selalu memicu lonjakan harga energi global yang berdampak pada inflasi di berbagai belahan dunia.
Blokade pelabuhan yang dilakukan AS saat ini dipandang sebagai upaya untuk melumpuhkan ekonomi Iran secara total, namun langkah ini juga membawa risiko besar bagi keamanan pasokan barang internasional dan stabilitas kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






