Minggu, 21 Juni 2026

Meski Keluar dari OPEC, UEA Janji Jaga Stabilitas Energi Dunia

Penulis : Grace El Dora
29 Apr 2026 | 11:55 WIB
BAGIKAN
Sebuah kapal kargo berlayar di Teluk Persia menuju pelabuhan Dubai seperti terlihat dari Ajman, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (14/4/2026). (Foto: AP)
Sebuah kapal kargo berlayar di Teluk Persia menuju pelabuhan Dubai seperti terlihat dari Ajman, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (14/4/2026). (Foto: AP)

DUBAI, investor.id – Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pemain yang bertanggung jawab di pasar energi global meskipun telah resmi memutuskan keluar dari keanggotaan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, OPEC+.

Langkah ini disebut sebagai pilihan strategis untuk mendukung visi ekonomi jangka panjang negara tersebut.

Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA Afra Mahash Al Hameli menyatakan keputusan ini didasarkan pada keinginan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam memanfaatkan kapasitas energi nasional. Kebijakan ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Mei 2026.

"Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC merupakan pilihan strategis yang berdaulat. Langkah ini mencerminkan upaya kami untuk memperkuat pembangunan nasional serta mendukung stabilitas energi global dengan tingkat kelincahan yang lebih tinggi," tulis Al Hameli melalui platform X yang dikutip Sputnik, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

Produksi Bertahap dan Terukur

Senada dengan hal tersebut, Menteri Energi UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei menekankan pihak UEA akan tetap bertindak secara terukur dalam menambah produksi minyaknya. Penambahan pasokan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan permintaan dan fundamental pasar jangka panjang.

"Kami tetap berkomitmen pada keamanan energi dan menyediakan pasokan yang andal serta rendah karbon. Apresiasi kami sampaikan kepada OPEC atas kerja sama selama beberapa dekade terakhir," ujar Al Mazrouei.

UEA memprediksi permintaan energi global akan terus meningkat dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan keluar dari batasan kuota OPEC, Abu Dhabi merasa memiliki ruang gerak yang lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan pasar di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang melanda dunia.

Uni Emirat Arab merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia yang selama ini menjadi pilar utama OPEC. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, UEA telah menginvestasikan dana besar-besaran untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai target 5 juta barel per hari.

Ambisi ekspansi ini sering kali berbenturan dengan kebijakan kuota OPEC yang bertujuan membatasi pasokan untuk menjaga harga.

Dengan keluarnya UEA, peta kekuatan energi dunia diprediksi akan mengalami pergeseran, di mana persaingan pangsa pasar akan menjadi lebih terbuka di tengah krisis energi yang dipicu oleh konflik di kawasan Teluk sejak Februari 2026.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia