Kamis, 14 Mei 2026

Dampak Perang, Kemasan Camilan di Jepang Berubah Jadi Hitam-Putih

Penulis : Grace El Dora
13 Mei 2026 | 16:52 WIB
BAGIKAN
Gambar ini diambil dari video yang disediakan oleh NNN-NTV Jepang, menunjukkan kemasan makanan ringan Calbee dalam warna dan hitam putih di Tokyo pada Rabu (13/5/2026). (Foto: NNN-NTV via AP)
Gambar ini diambil dari video yang disediakan oleh NNN-NTV Jepang, menunjukkan kemasan makanan ringan Calbee dalam warna dan hitam putih di Tokyo pada Rabu (13/5/2026). (Foto: NNN-NTV via AP)

TOKYO, investor.id – Ada pemandangan tak biasa di rak-rak toko swalayan Jepang belakangan ini. Kemasan camilan populer yang biasanya berwarna-warni cerah kini berubah menjadi hitam-putih. Hal ini terjadi setelah perang di Iran memicu kelangkaan bahan baku tinta warna di pasar global.

Raksasa produsen camilan asal Tokyo, Calbee Inc., mengumumkan mereka terpaksa mengubah desain kemasan untuk 14 produk unggulannya mulai 25 Mei 2026 mendatang. Langkah ekstrem ini diambil guna memastikan ketersediaan produk di pasar tetap terjaga di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.

"Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pasokan produk," tulis manajemen Calbee dalam pernyataan resminya yang dikutip Associated Press, Rabu (13/5/2026). Meski bungkusnya berubah drastis, Calbee menjamin rasa dan kualitas isi di dalamnya tidak berubah sama sekali.

Produk Calbee, seperti keripik kentang dan sereal, tidak hanya merajai pasar Jepang. Produk ini juga diekspor ke Amerika Serikat (AS), China, hingga Australia. Perusahaan yang berdiri sejak 1949 ini belum bisa memastikan sampai kapan kemasan monokrom ini akan digunakan.

ADVERTISEMENT

Imbas Blokade Selat Hormuz

Fenomena ini merupakan dampak nyata terbaru dari perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz. Kelangkaan minyak bumi tidak hanya menaikkan harga bahan bakar, tetapi juga menghentikan pasokan naphtha yaitu produk turunan minyak bumi yang menjadi bahan utama pembuat plastik dan tinta.

Jepang, yang hampir seluruh kebutuhan minyaknya bergantung pada impor, mulai merasakan tekanan pada sektor manufaktur. Jika sebelumnya kemasan keripik kentang varian usu shio (sedikit garam) tampil mencolok dengan warna oranye cerah dan maskot kentang kuning yang lucu, kini konsumen hanya akan melihat tulisan hitam-putih yang sederhana.

Calbee menyatakan akan terus beradaptasi secara fleksibel terhadap risiko geopolitik global demi menjaga kualitas produk mereka.

"Kami akan terus memberikan respon cepat terhadap perubahan lingkungan operasional dan tetap berkomitmen menyediakan produk berkualitas tinggi yang aman. Kami memohon pengertian dari para pelanggan," tambah pihak perusahaan.

Krisis kemasan yang dialami industri camilan di Jepang merupakan cermin dari kerentanan rantai pasok global terhadap konflik di Timur Tengah. Sejak pecahnya perang di wilayah Iran pada Februari 2026, penutupan Selat Hormuz telah memutus jalur distribusi utama untuk minyak mentah dan produk petrokimia lainnya.

Naphtha, yang kini langka, adalah bahan baku krusial bagi industri kimia. Selain digunakan dalam pembuatan tinta cetak, naphtha juga menjadi komponen utama dalam produksi plastik, serat sintetis, dan berbagai bahan kimia industri lainnya. Jepang sebagai negara industri maju sangat bergantung pada stabilitas jalur laut ini.

Kelangkaan ini memaksa banyak perusahaan untuk melakukan efisiensi drastis, termasuk mengorbankan estetika kemasan, demi menjaga agar lini produksi pangan tidak terhenti total di tengah inflasi harga bahan baku yang melonjak.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 2 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia