Sabtu, 20 Juni 2026

Pasar Saham Global Mixed, Bursa AS Tertekan Pasca Reli Teknologi

Penulis : Grace El Dora
19 Jun 2026 | 16:47 WIB
BAGIKAN
Sebuah patung diletakkan di bangku dekat monitor yang menampilkan indeks Nikkei 225 Jepang, yang tergantung di sebuah gedung perkantoran di Tokyo, Jepang pada Kamis (18/6/2026). (Foto: AP/ Hiro Komae)
Sebuah patung diletakkan di bangku dekat monitor yang menampilkan indeks Nikkei 225 Jepang, yang tergantung di sebuah gedung perkantoran di Tokyo, Jepang pada Kamis (18/6/2026). (Foto: AP/ Hiro Komae)

BANGKOK, investor.id – Pasar saham global bergerak variatif pada perdagangan Jumat (19/6/2026), sementara kontrak berjangka (futures) bursa Amerika Serikat (AS) cenderung melemah. Sentimen positif terkait kesepakatan damai antara AS dan Iran tampaknya meredup menyusul penundaan pembicaraan penting mengenai program nuklir Iran dan pembukaan kembali jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz.

Pasar modal AS akan tutup pada hari ini untuk merayakan hari libur Juneteenth, lapor Associated Press.

Ketegangan geopolitik masih membayangi pasar. Selain penundaan perundingan di Swiss, laporan mengenai serangan militer Israel di Lebanon selatan serta pertempuran sengit yang melibatkan kelompok Hizbullah terus memicu kekhawatiran pelaku pasar.

"Kedua belah pihak mencoba menunjukkan iktikad baik. Namun, meskipun situasi tampak lebih tenang di permukaan, arus bawah tetap kuat. Kesepakatan yang ada masih rapuh di berbagai lini," ujar analis RaboResearch Bas van Geffen, Jumat.

ADVERTISEMENT

Pergerakan Pasar Asia dan Eropa

Di bursa Eropa, indeks DAX Jerman menguat 0,4%, sejalan dengan indeks CAC 40 di Paris yang naik 0,4%. Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,1%.

Di Asia, indeks Nikkei 225 Tokyo ditutup menguat 0,3% dan mencetak rekor baru di level 71.250,06. Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang baru saja menaikkan suku bunga acuan ke level 1%, tertinggi dalam tiga dekade, guna merespons inflasi.

Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,1%, dan indeks ASX 200 Australia turun 0,9%. Adapun bursa Hong Kong, Shanghai, dan Taiwan tutup dalam rangka libur Festival Perahu Naga.

Sebelumnya, Wall Street sempat mencatatkan kenaikan signifikan pada Kamis (18/6/2026) yang didorong oleh performa saham sektor teknologi. Indeks Nasdaq melonjak 1,9%, sementara S&P 500 naik 1,1%.

Saham Intel melonjak 10,6% setelah pengumuman bahwa perusahaan tersebut akan memproduksi cip untuk Apple di AS. Kenaikan juga diikuti oleh Nvidia yang naik 3% dan Micron Technology yang melesat 8,7%. Di sisi lain, saham SpaceX milik Elon Musk kembali terkoreksi sebesar 3,6% setelah debutnya pekan lalu.

Dinamika Harga Minyak

Harga minyak mentah dunia masih fluktuatif di tengah upaya normalisasi lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Harga minyak Brent terpantau turun tipis 0,2% menjadi US$ 79,68 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) naik tipis 0,1% ke level US$ 75,91 per barel.

Meskipun telah turun dari level tertingginya, harga energi saat ini masih memberikan tekanan inflasi bagi perekonomian global.

Dunia saat ini tengah berjuang menghadapi tekanan inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global akibat konflik berkepanjangan.

Kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral, termasuk The Federal Reserve (The Fed) AS dan BoJ, mencerminkan dilema antara upaya menekan inflasi melalui kenaikan suku bunga dengan risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Kesepakatan diplomatik yang rapuh di Timur Tengah menjadi kunci penting, karena stabilitas di wilayah tersebut akan sangat menentukan aliran pasokan minyak mentah dunia, yang pada akhirnya akan memengaruhi biaya hidup masyarakat global dan stabilitas pasar keuangan di masa depan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 31 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 41 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 54 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 1 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia