Peneliti Ungkap Bukti Baru tentang Asal Bulan Mars
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bulan Mars yang lebih besar, Phobos, kemungkinan merupakan asteroid pengembara yang terperangkap tarikan gaya gravitasi planet.
Para astronom mencocokkan susunan kimia permukaan Phobos dengan meteorit yang menghantam Kanada dan menyimpulkan bahwa bulan Mars sepertinya bermula dari asteroid kaya karbon "tipe D" yang melayang terlalu dekat dengan planet merah.
"Phobos adalah sesuatu yang cukup aneh di dalam tata surya," kata Maurizio Pajola, astronom dari Universitas Padova, Italia, penulis utama hasil studi yang dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal tersebut.
Pajola dan timnya mengandalkan data spektral, informasi yang diperoleh dengan menguji sinar matahari yang memantul dari Phobos.
Sewaktu cahaya mengenai sebuah objek seperti asteroid, elemen-elemen berbeda menyerap sedikit panjang gelombang dan memantulkan sisanya. Ilmuwan mencermati susunan kimia objek dengan melihat pita pantulan cahaya yang hilang.
Para peneliti menggunakan data spektral Phobos yang diambil dari pesawat Rosetta milik Badan Antariksa Eropa pada 2007 dan membandingkannya dengan asteroid tipe D yang diketahui sebagai 624 Hektor.
Kemudian tim membandingkan data Phobos dengan meteroit yang menghantam danau Tagish di Kanada tahun 2000, juga dianggap sebagai asteroid tipe D.
"Kami mencoba memahami jenis komposisi mineral apa yang mungkin," kata Pajola seperti dilansir laman Livescience.
Pajola dan timnya menemukan bahwa Phobos sangat mirip dengan asteroid tipe D.
Dua Teori
Ada dua pemahaman tentang asal pembentukan dua bulan Mars, Phobos and Deimos, yang termasuk bulan paling kecil dalam tata surya.
Pertama bulan Mars berasal dari asteroid. Ini merupakan penjelasan populer karena sebagian Mars berada di sisi wilayah asteroid tata surya.
"Masih sangat banyak kontroversi. Mereka terlihat seperti asteroid," kata ilmuwan dari Pusat Penelitian John Glenn NASA, Geoffrey Landis, yang tidak terlibat dalam studi.
"Tak hanya terlihat seperti asteroid, ini seperti tipe asteroid spesifik," tambahnya.
Sementara menurut teori kedua, bulan itu terbentuk dari debu yang mengelilingi Mars setelah formasi, atau dari puing yang terlempar setelah meteorit besar menabrak planet.
Bila demikian kejadiannya maka bulan Mars seharusnya terbuat dari bahan yang sama dengan planet itu sendiri.
Pajola dan timnya juga mengembangkan skenario berdasarkan dinamika orbital untuk menjelaskan jalur putaran tak biasa Phobos.
Menurut perhitungan mereka, jika Phobos bertabrakan dengan asteroid lain pada titik yang tepat maka itu bisa memukul Phobos ke orbit sirkularnya.
Temuan terbaru itu merupakan satu kemajuan dalam usaha memecahkan misteri asal mula bulan Mars. (ID/ths/ant)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

