Kamis, 14 Mei 2026

Bos Garuda (GIAA) Irfan Setiaputra, Tokoh Transformatif Industri Penerbangan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Okt 2024 | 19:31 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA) Irfan Setiaputra (kanan). Ist
Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA) Irfan Setiaputra (kanan). Ist

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra pada Kamis (17/10/2024) menerima penghargaan sebagai “Tokoh Transformatif Industri Penerbangan Nasional”.

Penghargaan  tersebut merupakan rekognisi atas capaian kepemimpinan Irfan Setiaputra dalam kepiawaiannya menyusun strategi upaya transformasi Garuda Indonesia (GIAA) untuk perbaikan dan penyegaran kinerja dari aspek keuangan hingga tata kelola perusahaan melalui restrukturisasi kinerja yang disebut-sebut terbesar dan terkompleks yang pernah dilakukan sepanjang sejarah korporasi nasional.

Adapun proses penilaian penghargaan dari detikcom Awards 2024 tersebut dilakukan melalui sejumlah pendekatan mulai dari metode analisis kuantitatif, kualitatif, proses focus group discussion (FGD), dan survei yang dilakukan kepada 1.000 responden.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 2020, Garuda (GIAA) membukukan rugi bersih sebesar US$ 2,44 miliar. Kemudian, rugi itu membengkak jadi US$ 4,15 miliar pada 2021. Kinerja perusahaan yang memburuk ini tak lepas karena pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan orang. Namun, di tahun 2022 kinerja Garuda Indonesia berbalik positif dengan membukukan laba bersih US$ 3,73 miliar. Lalu, pada tahun 2023 mencatatkan laba bersih US$ 250,04 miliar. 

Capaian kinerja finansial ini turut ditopang oleh capaian kinerja operasi yang solid yakni dengan diperolehnya predikat maskapai penerbangan paling tepat waktu di dunia dari tahun 2020-2023 lalu. Di sisi lain,Garuda Indonesia (GIAA) uga turut memperkuat kepercayaan publik dengan meraih penghargaan enjadi satu-satunya korporasi di bidang transportasi udara asal Indonesia yang meraih predikat “Perusahaan Paling Tepercaya di Dunia” versi Newsweek, media terkemuka di Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan Irfan, Garuda Indonesia (GIAA) terus berupaya menerapkan prinsip tata kelola yang baik/good corporate governance (GCG). Langkah ini diimplementasikan melalui pemutakhiran pedoman etika bisnis dan etika kerja, program pengendalian gratifikasi, sistem manajemen anti penyuapan, hingga pengukuran atas penerapan tata kelola yang baik. Yang teranyar, Perusahaan ini meraih penilaian sangat baik atas kinerja akuntabilitas Perusahaan dari BPKP.

Melalui kepemimpinannya, Garuda Indonesia (GIAA) turut melakukan sejumlah terobosan baru di bidang sustainability di antaranya menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mendorong penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) melalui uji coba penggunaan bahan bakar bioavtur J2.4 yang berbasis minyak inti kelapa sawit pada penerbangan komersialnya.

Di sisi lain, Garuda Indonesia juga menguatkan komitmennya di bidang sustainability dengan menjadi maskapai Indonesia pertama yang menjajaki transaksi sertifikat penurunan emisi di bursa karbon IDX. Lebih lanjut, Irfan juga menjadi salah satu pegiat utama dalam aktivitas promosional produk dalam negeri, melalui pengembangan ekosistem promosional di industri penerbangan, khususnya di Garuda Indonesia.

Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova menjelaskan bahwa penghargaan ini diperuntukkan bagi individu, korporasi, hingga perangkat pemerintah yang membawa dampak di tengah masyarakat melalui inovasi dan perubahan positif yang telah dilakukan.

Sejumlah tokoh lainnya turut mendapatkan penghargaan yaitu di antaranya Ketua Badan Anggaran DPR RI 2019-2024, Jaksa Agung Muda Intelijen, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Direktur Utama PT PELNI (Persero), Direktur Utama PT Pegadaian, Presiden Direktur Astra International, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia