Gaya Investasi Djoni dan Lo Kheng Hong
Di sisi lain, baru-baru ini muncul nama Djoni yang bikin heboh jagat pasar modal. Ia tercatat sebagai pemegang saham porsi jumbo di lima emiten.
Yakni, PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT MENN Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 18 Maret 2025, Djoni menguasai 5,45% saham DATA, 17,43% saham MENN, 5,33% saham MINA, 5,10% saham NINE, dan 5,09% saham WIFI.
Saham-saham tersebut dipegang Djoni dengan bantuan broker Mandiri Sekuritas.
Identitas Djoni sendiri sempat sulit ditelusuri publik. Ia hanya diketahui tinggal di Jambi.
Akan tetapi, pada 18 Maret 2025, Jambi Link B Network melaporkan bahwa Djoni bukanlah orang asing di dunia investasi. Ia adalah seorang pengusaha asal Jambi yang selama ini dikenal sebagai taipan properti. Djoni NGK dikenalnya. Julukan NGK yang melekat padanya merujuk pada nama salah satu kompleks perumahan mewah yang dimilikinya.
Di Jambi, Djoni dikenal memiliki puluhan perumahan elite yang namanya diambil dari klub-klub sepak bola ternama seperti "Argentina", "Liverpool", dan lainnya. Kini, langkah bisnisnya tidak hanya terbatas pada properti, tapi juga merambah ke dunia investasi saham dengan aksi borong saham yang mengejutkan pasar.
Memulai investasi besar-besaran di saham sejak awal 2025, dengan strategi akuisisi saham bernilai tinggi. Salah satu investor retail paling agresif di Bursa Efek Indonesia tahun ini
Menariknya, Djoni juga aktif di media sosial dan sering berbagi pandangannya tentang saham undervalued. Salah satu unggahannya di Instagram bertuliskan "Cara Menemukan Saham Undervalued Seperti Warren Buffett" yang semakin mempertegas pendekatan investasinya yang strategis.
Meskipun motif pastinya belum jelas, Djoni secara terbuka mengaku bahwa investasinya bersifat jangka panjang.
"Kalau saya beli saham yang ada corporate action (CA), biasanya saya akan lihat lagi setelah CA tersebut dilakukan," ungkapnya dalam salah satu interaksi dengan warganet.
Ia juga menyoroti rendahnya rasio utang terhadap ekuitas di beberapa perusahaan yang ia beli, seperti MENN. Menurutnya, MENN adalah saham salah harga yang berpotensi naik setelah aksi korporasi tertentu terealisasi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






