Jumat, 15 Mei 2026

Gaya Investasi Djoni dan Lo Kheng Hong

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Apr 2025 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Djoni. (Instagram)
Djoni. (Instagram)

Di sisi lain, baru-baru ini muncul nama Djoni yang bikin heboh jagat pasar modal. Ia tercatat sebagai pemegang saham porsi jumbo di lima emiten.

Yakni, PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT MENN Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 18 Maret 2025, Djoni menguasai 5,45% saham DATA, 17,43% saham MENN, 5,33% saham MINA, 5,10% saham NINE, dan 5,09% saham WIFI.

Saham-saham tersebut dipegang Djoni dengan bantuan broker Mandiri Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Identitas Djoni sendiri sempat sulit ditelusuri publik. Ia hanya diketahui tinggal di Jambi.

Akan tetapi, pada 18 Maret 2025, Jambi Link B Network melaporkan bahwa Djoni bukanlah orang asing di dunia investasi. Ia adalah seorang pengusaha asal Jambi yang selama ini dikenal sebagai taipan properti. Djoni NGK dikenalnya. Julukan NGK yang melekat padanya merujuk pada nama salah satu kompleks perumahan mewah yang dimilikinya.

Di Jambi, Djoni dikenal memiliki puluhan perumahan elite yang namanya diambil dari klub-klub sepak bola ternama seperti "Argentina", "Liverpool", dan lainnya. Kini, langkah bisnisnya tidak hanya terbatas pada properti, tapi juga merambah ke dunia investasi saham dengan aksi borong saham yang mengejutkan pasar.

Memulai investasi besar-besaran di saham sejak awal 2025, dengan strategi akuisisi saham bernilai tinggi. Salah satu investor retail paling agresif di Bursa Efek Indonesia tahun ini

Menariknya, Djoni juga aktif di media sosial dan sering berbagi pandangannya tentang saham undervalued. Salah satu unggahannya di Instagram bertuliskan "Cara Menemukan Saham Undervalued Seperti Warren Buffett" yang semakin mempertegas pendekatan investasinya yang strategis.

Meskipun motif pastinya belum jelas, Djoni secara terbuka mengaku bahwa investasinya bersifat jangka panjang.

"Kalau saya beli saham yang ada corporate action (CA), biasanya saya akan lihat lagi setelah CA tersebut dilakukan," ungkapnya dalam salah satu interaksi dengan warganet.

Ia juga menyoroti rendahnya rasio utang terhadap ekuitas di beberapa perusahaan yang ia beli, seperti MENN. Menurutnya, MENN adalah saham salah harga yang berpotensi naik setelah aksi korporasi tertentu terealisasi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia