Kamis, 14 Mei 2026

Perusahaan Rintisan Pertanian Cerdas Asal Indonesia Menangkan Program SIF

Penulis : Indah Handayani
10 Apr 2021 | 20:46 WIB
BAGIKAN
Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin raih penghargaan Kementerian Pertanian
Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin raih penghargaan Kementerian Pertanian

Jakarta – Perusahaan rintisan atau start up  pertanian cerdas asal Indonesia, Neurafarm, menjadi salah satu dari enam pemenang program yang digelar Singapore International Foundation (SIF), yatu program Global Young Social Entrepreneurs (YSE). Berkat kemanangan tersebut, start up yang dikepalai oleh Febi Agil Ifdillah dan Lintang Kusuma Pratiwi ini mendapatkan pendaaan sebesar USSing 20 ribu  atau setara Rp 217,8 juta (Kurs, Rp 10.892). Dana tersebut ditujukan untuk memulai atau mengembangkan ide bisnis sosial mereka.

Sedangkan lima pemanang lainnya adalah Canfem (India), Fempreneur Secrets (Singapura), Gabi (Hong Kong, Special Administrative Region of the People's Republic of China), International Changemaker Olympiad (India), Safewheel (Bangladesh). Program ini diikuti oleh 54 tim yang terdiri dari 109 pemuda dari Bangladesh, Tiongkok, India, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Filipina, Singapura, dan Uganda.

Febi Ifdillah, Chief Executive Officer Neurafarm  mengaku memperoleh keterampilan dan wawasan yang tak ternilai dari workshop dan bimbingan dari mentor selama gelaran program tersebut yang berjalan hampir satu tahun itu. Dengan semua itu, perusahaan yang dibangunnya itu kini telah semakin berkembang dan telah memberikan dampak baik pada 12 ribu petani di 200 kota Indonesia.

“Pendanaan yang kami terima ini akan digunakan untuk meningkatkan akurasi sehingga menambah komoditas pertanian yang bisa diselesaikan masalahnya melalui aplikasi kami,” ungkap Febi di sela virtual media gathering, Jumat (10/4).

ADVERTISEMENT

Menurut Febi, aplikasi yang ditawarkan perusahaannya ini menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama 'Dokter Tania' yang bisa digunakan oleh para petani untuk menemukan, menentukan, dan mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh petani. Terutama mengenai penyakit atau hama yang kerap dialami mereka saat bertani.Sehingga bisa membantu petani untuk menghindari terjadinya kerugian akibat gagal panen saat bertani. “Ini sejalan dengan visi dan misi perusahaan kami yaitu membantu mencapai ketahanan pangan global, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik,” paparnya.

Pada kesempatan berbeda, SIF Governor dan Ketua Juri YSE 2020, Lian Wee Cheow mengatakan krisis Covid-19 telah meningkatkan kebutuhan wirausaha sosial untuk menangani masalah sosial. Sangat menggembirakan untuk menyaksikan dorongan dan semangat dari para peserta muda ini untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. Komitmen tim, bersama dengan ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan, memberi kami harapan bahwa bisnis mereka benar-benar dapat berkembang dengan baik. YSE Global berupaya untuk menginspirasi, melengkapi, dan memungkinkan kaum muda dari berbagai negara untuk memulai atau mengembangkan usaha sosial mereka.

“Sejak 2010, program ini telah membina lebih dari 1.200 alumni di 39 negara dan membangun jaringan 577 wirausaha sosial di seluruh dunia. Pendaftaran untuk YSE Global 2021 sekarang telah dibuka,” tutupnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia